Jual Kucing Hutan, Azhari Ditangkap Polisi

IMG_9108

Palembang – Kembali, Subdit Tipidter Polda Sumsel dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumsel berhasil membekuk tersangka penjual satwa dilindungi. Yakni, Azhari alias Ujang, warga Jejawi, Ogan Komering Ilir ini ditangkap di Pasar Burung Kecamatan Ilir Timur II Palembang, lantaran terbukti memperdagangkan satwa jenis kucing hutan dengan nama Latin Felis Bengalensis.

Informasi dihimpun, penangkapan berawal saat petugas BKSDA Sumsel menggelar razia di Pasar Burung, kawasan Pasar 16 Ilir, Palembang, Minggu (21/8) sekitar pukul 09:00 WIB. Saat dilakukan razia, tiba-tiba pelaku datang ke lokasi untuk menjual kepada para pedagang.

Mengetahui gerak-gerik pelaku yang diketahui membawa satwa dilindungi tersebut. Petugas pun langsung melakukan penangkapan. Lalu Tersangka langsung ditahan di Mapolda Sumsel, sementara barang bukti dibawa ke BKSDA Sumsel untuk karantina.

Dihadapan petugas, tersangka Azhari mengatakan membeli tiga ekor kucing itu dari rekannya seharga Rp 200 ribu. Kemudian, dia membawanya ke Palembang untuk dijual kembali. “Rencananya mau dijual Rp 300 ribu semuanya, lumayan bisa untung seratus ribu,” ungkap tersangka Azhari di Mapolda Sumsel, Rabu (24/8).

Bahkan, ia juga mengaku jika tidak mengetahui kucing hutan yang ia bawa merupakan salah satu satwa yang dlindungi. Oleh karena itu,dia berani saja membawanya dari kampung menuju Palembang. “Sudah tiga bulan saya jual beli hewan-hewan, misalnya burung. Tapi baru kali ini jual kucing hutan,” akunya.

Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol R Djarod Padavoka didampingi Kasubdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda Sumsel AKBP Tulus Sinaga didampingi Kanit IV Kompol Rafael BJ Lingga mengungkapkan, jika tersangka akan dikenakan Pasal 40 ayat (2) Undang-undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistemnya dengan ancaman penjara lima tahun. Pihaknya masih mengembangkan kasus ini untuk mengetahui keterlibatan warga lain.

“Sementara ini, tersangka bekerja sendirian, tapi tetap kita telusuri lagi. Saat ini kucing hutan yang berjumlah tiga ekor tersebut sudah dirawat,” tukas Djarod. (korankito.com/kardo).