Bisa Dipercaya

Dua Sejoli, Kompak Buat Laporan Palsu

PhotoGrid_1472021924158_1

Palembang – Ada-ada saja yang dilakukan dua sejoli ini, Reni Anggraini (36) warga Lebak Murni, Kelurahan Sako, Kecamatan Sako Palembang, dibantu teman mesranya Sukri alias Rudi (47), Desa Perambahan, Kecamatan Banyuasin I, Kabupaten Banyuasin membuat laporan palsu di Polsek Mariana.

Atas kejadian tersebut, keduanya harus mendekam di balik jeruji besi Mapolsekta Maraiana, setelah ditangkap Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polsekta Mariana, Rabu (24/8) sekitar pukul 10:00 WIB saat sedang berada di kediamannya masing-masing.

Berita Sejenis

SMP Karya Ibu Gelar Siraman Rohani

Heboh! Diduga Mabuk, Begini Kelakuan Ayu Ting Ting Kepada…

Muba Raih Penghargaan Peduli HAM

1 daripada 3.071

Berdasarkan data yang dihimpun, aksi yang dilakukan pelaku berawal pada Selasa, (23/8) sekitar pukul 13:00 WIB. Dimana, tersangka Reni mendatangi Mapolsekta Mariana untuk membuat laporan atas tuduhan jika sudah ditodong di Desa Prambanan.

Atas kejadian tersebut, didepan petugas korban mengaku sudah kehilangan sepeda motor Honda Beat Sporty CW dengan nopol BG 3639 AAV yang sudah dirampas oleh pelaku yang menggunakan senjata tajam.

“Tapi saat kita lakukan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) banyak kejanggalan dari pengakuan tersangka saat melaporkan. Saya langsung memimpin anggota untuk mengecek TKP tempat korban ditodong,” ujar Kapolsek Mariana AKP Nazirudin, saat dimintai konfirmasi.

Saat itulah, lanjutnya, data yang dihimpun di Tempat Kejadian Perkara (TKP) tidak sesuai dengan yang ada didalam laporan Reni. Lantas, anggota Polsek Mariana langsung melakukan interogasi secara intensif terhadap tersangka. Barulah, tersangka mengakui kalau laporan itu bohong.

“Berdasarkan pengakuan tersangka, jika aksinya ini tidak sendiria, dibantu oleh Sukri. Kita langsung melakukan penangkapan terhadap Sukri. Mereka ini, pasangan teman tapi mesra,” tambahnya.

Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, kedua tersangka akan dikenakan pasal 343 KUHP dengan ancaman kurungan 7 tahun penjara. “Menurut keterangannya, motor Honda Beat itu sudah dijual ke daerah Desa Meranjat, Kabupaten Ogan Ilir (OI) seharga Rp 3,5 juta.

Sementara itu, tersangka Reni mengakui perbuatannya yang sudah membuat laporan palsu. Menurutnya, ia nekat melakukannya lantaran tak memiliki uang. “Khilaf pak melakukannya, tidak punya uang dan sudah tidak sanggup lagi, bayar angsuran motor itu,” ujarnya. (korankito.com/denny)