BPM-PTSP Gelar Kegiatan SAFE

IMG_20160824_100718_AO_HDR_1472024742598

Palembang –  Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (BPM-PTSP) kota Palembang, menggelar kegiatan cinta lingkungan bertema Students Action For Environmet (SAFE). Acara ini diramaikan dengan lomba menggambar (poster) bertemakan lingkungan dan diikuti oleh pelajar dari tingkat sekolah dasar (SD) hingga sekolah menengah atas (SMA) di kota Palembang.

Kasubag Perencanaan dan Pelaporan BPM-PTSP Kota Palembang, Sri Maryati mengatakan, untuk lomba menggambar (Poster) cinta lingkungan diikuti oleh seluruh sekolah di Palembang, namun untuk stand pameran hanya diisi oleh 6 sekolah yang pernah memenagkan piala adiwiyata saja.

Awal mula dibukanya pendaftaran lomba menggambar tersebut, tersaring sebanyak 200 poster yang masuk ke BPM-PTSP. Setelah melalui proses seleksi akhirnya ditetapakan 15 poster plus satu nominasi khusus untuk sekolah luar biasa (SLB) yang layak menyandang predikat terbaik.

“Untuk publikasi mengenai lombanya telah dilakukan sejak sebulan yang lalu, dan penilaiannya sendiri telah dilakukan satu minggu yang lalu hingga didapatkan 15 poster plus nominasi terbaik dan pada hari ini kepada pemenang diberikan uang tabungan dari bank Sumsel Babel serta piagam,” jelas Sri pencetus kegiatan SAFE saat ditemui di Balai Kota Setda Kota Palembang, Rabu, (24/08).

Menurut penjelasan Sri, program ini didukung  penuh oleh International Research and Exchange Board (IREB) NGO asal Amerika Serikat terutama soal pendanaanya. NGO ini konsisten memberikan dukungan pendanaan khususnya di bidang lingkungan hidup atau pelayanan publik (community service). Maka dari itu sasaran kegiatan ini adalah anak-anak sekolah dimana anak-anak tersebut dapat memberikan pemahaman kepada orang tua mereka maupun orang disekitarnya akan pentingnya arti kebersihan lingkungan. Diharapkan dengan pemahaman itu, orang tua dapat tergugah dan turut serta menciptakan kebersihan lingkungan,

“Mereka memiliki prinsip mendukung sesuatu kegiatan kecil namun memiliki impact yang besar. Kami pikir, tema yang kami ambil sangatlah tepat apalagi ditengah-tengah gerakan moral Walikota Palembang yang sedang menggalakkan kegiatan gotong-royong atau bersih-bersih dihari minggu serta operasi semut setiap sabtu di sekolah-sekolah. Ini kali ketiga tulisan saya mendapat dukungan dari IREB, untuk yang sebelumnya ada kegiatan berbagi helm gratis serta mencuci tangan dan gosok gigi bersama. Namun sayangnya, kegiatannya tidak bisa sama tiap kali digelar, jadi harus berbeda tiap temanya,” jelas dia.

Selain menggelar lomba Poster cinta lingkungan, lanjutnya, pihaknya juga mengikutsertakan sekolah-sekolah penerima Adiwiyata dan rekanan BPM-PTSP dalam pameran SAFE di Balai Kota Palembang.

Senada, Sekda Kota Palembang, Harobin Mustafa mengatakan, harapan kedepannya kegiatan ini hendaknya bukan sekedar ceremonial belaka dan agar dapat menjadi kegiatan rutin yang diagendakan khusus dikalangan pelajar. Namun, tentu saja harus didukung oleh pihak-pihak yang peduli akan lingkungan hidup.

“Pemahaman kebersihan lingkungan sejak dini memang memiliki dampak yang besar dikemudian hari. Pada dasarnya hampir semua bagian pada sampah itu dapat dilakukan daur ulang yang tentu saja dapat bermanfaat kembali jika digunakan, dan pemahanan akan cinta kebersihan lingkungan sejak dini itulah yang ingin disasar oleh BPM-PTSP bekerjasama dengan IREB,” kata pejabat aparatur tertinggi di kota Palembang usai berfoto bersama juara mengambar tingkat SD di ruang Balai kota Palembang.

Sementara itu, penanggung jawab lingkungan sekolah SMA N 1 Palembang, Ros Maulina menambahkan, jika kali ini pihaknya ikut berpartisipasi dalam kegiatan SAFE dengan memamerkan sekaligus menjual produk olahan dari jamur yang mereka tanam sendiri.

“Kita terpilih untuk berpartisipasi kali ini juga karena SMA N 1 terpilih menjadi sekolah sehat pada 17 Agustus kemarin dan beberapa prestasi dibidang lingkufan lainnya,” ujarnya.

Dikatakannya, kita juga memamerkan produk olahan dari sampah di lingkungan sekolah seperti kursi yang dibuat dari tong bekas cat yang dikreasikan siswa dan masih banyak lagi yang belum kami bawa yang ada di ruang khusus tempat siswa berkreasi. (korankito.com/eja)