Bisa Dipercaya

Anak Disodomi, Orangtua Lapor Polisi 

Jpeg
Jpeg

Palembang – Tak terima anaknya RN (12) sudah diperlakukan tidak senonoh oleh tetangganya, membuat TH (40) yang tinggal di kawasan Jalan Lettu Karim Kadir, Kelurahan Karang Jaya, Kecamatan Gandus Palembang, mendatangi Mapolresta Palembang, Rabu (24/8) siang.

Kedatangannya, untuk membuat laporan ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Palembang, atas tudahan sodomi yang dilakukan NP alias Gerandong (17) yang masih berstatus sebagai pelajar SMA di Kota Palembang.

Berita Sejenis

Mengejar Impian Demi Sang Ayah

Sumsel Bakal Ciptakan Pramuka Berwawasan Ilmiah

Meilia : Utamakan Penunjang Akademik Mahasiswa

1 daripada 3.100

Dihadapan petugas piket SPKT Polresta Palembang, TH mengatakan berdasarkan pengakuan anaknya, kejadian tersebut bermula pada bulan Juli kemarin, sekitar pukul 15:00 WIB. Dimana, RN bertemu dengan terlapor di halaman Sekolah Dasar, di kawasan Kecamatan Gandus, Palembang.

Lalu, Gerandong langsung menarik tangan korban, sembari memukul dan menendangnya. Tidak hanya itu saja, terlapor meminta RN untuk menungging seraya mengancam akan memukul jika tidak menuruti kehendaknya.

Sehingga terjadilah perbuatan asusila itu sebanyak tiga kali. Tidak batas itu saja, terlapor juga meminta agar RN memegang dan memasukan kemaluannya kedalam mulut korban. Tak senang, dengan perbuatan pelaku, membuat orangtua korban melaporkan peristiwa yang menimpa anaknya.

Berdasarkan pengakuan TH, ia mengetahui jika anaknya sudah disodomi oleh pelaku, setelah anaknya mengalami kesakitan di bagian anusnya. Setelah, didesak, barulah anaknya mengaku kalau sudah di sodomi oleh terlapor.

“Aku tuh dak sengaja memukul pantatnya, dia mengerang kesakitan. Tapi, dia tetap tidak mau bicara. Nah, adiknya ini yang bercerita kalau kakaknya itu sudah diperlakukan seperti itu. Katanya sudah tiga kali, itupun sempat diancam, agar tidak cerita,” ujarnya dihadapan petugas.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Palembang, Kompol Maruly Pardede mengatakan jika pihaknya sudah menerima laporan dari korban. Selanjutnya, korban diarahkan untuk melakukan visum terlebih dahulu.

“Kita akan melakukan penyelidikan terlebih dahulu, kalau terlapor bersalah akan kita proses sesuai hukum yang berlaku,” tambahnya. (korankito.com/denny)