Tak Punya Uang Beli Miras, Pengamen Rampas Handpone 

IMG-20160820-WA0014

Palembang – Berdalih tak memiliki uang untuk membeli minuman keras (miras), membuat Randi Erlangga (23) nekat merampas handpone milik Riska Khoirunnisah (20) warga Kampung Tinbang, RT 01, RW 01, Desa Cilaku, Kecamatan Curung, Provinsi Banten.

Atas ulahnya itu, pengamen yang tinggal di kawasan Jalan Tembok Baru, Gang Bersama, RT 17, RW 08, Kelurahan 11 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu (SU) II Palembang ini, harus mendekam di hotel prodeo milik Mapolsekta SU II Palembang.

Sebelum diamankan di Mapolsekta SU II, pelaku, terlebih dahulu ditangkap oleh warga yang sedang berada di Tempat Kejadian Perkara (TKP) di kawasan Jalan KH Azhari, Lorong Pedatuan Darat, Kelurahan 12 Ulu, Kecamatan SU II Palembang.

Tak pelak, pelaku harus merasakan bogem mentah dari masyarakat yang kesal atas perbuatannya. Hanya saja, nyawa Rendi berhasil diselamatkan oleh anggota Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polsekta SU II yang sedang melakukan patroli keliling.

“Baru sekali inilah pak melakukannya, itu pun karena saya tidak mempunya uang untuk membeli miras jenis Vodka, makanya saya rampas hp dia,” ujar Rendi saat gelar perkara di Mapolsekta SU II Palembang, Minggu (21/8) siang.

Akan tetapi, pelaku yang juga pernah mendekam di balik jeruji dengan kasus yang sama ini, membantah kalau dirinya yang sudah menyayat tangan korban. Melainkan, saat ia mendekati korban, Riska hendak bunuh diri, lantaran ditinggal pergi oleh kekasihnya.

“Bukan saya pak yang melukai tangannya, dia itu mau bunuh diri karena ditinggal pacarnya pergi. Lalu, saya ajak dia ke kawasan Batu Dua, pas ditengah jalan saya rampas telponnya, dia menjerit, hingga saya ditangkap oleh warga,” tuturnya.

Berdasarkan data yang dihimpun, aksi perampasan ponsel yang dilakukan oleh pelaku, berawal pada Rabu, (17/8) sekitar pukul 20:00 WIB. Dimana, Randi yang baru saja pulang dari mengamen di kawasan Benteng Kuto Besak (BKB) ini, melihat korban duduk sendirian di sisi trotoar Jembatan Ampera.

Lalu, tersangka mendekati Riska untuk mengamen, akan tetapi tak dihiraukan oleh korban, melainkan Rendi disurub pergi meninggalkan dirinya sendiri. Kesal dengan ulah korban, tersangka mengeluarkan sebilah sajam jenis pisau yang kemudian disayatkan ke tangan korban.

Sehingga, tangan sebelah kanan Riska mengeluarkan darah, akibat dari luka sayatan yang dilakukan oleh pelaku. Tidak hanya itu, Rendi memaksa korban untuk ikut dengannya ke kawasan Batu Dua. Lantaran, dibawah ancaman pisau tersangka, korban pun akhirnya mengikuti pelaku.

Setibanya di TKP, handpone merk Samsung yang sedang digenggam Riska, dirampas oleh tersangka sembari mengancam dengan pisau agar korban tidak berteriak. Namun, saat hendak kabur, korban berteriak maling yang mengundang perhatian masyarakat dan langsung menangkap pelaku.

Kapolsek SU II, Kompol Mulyono melalui Kanit Reskrim Ipda Suldani mengatakan tertangkapnya pelaku, setelah anggota Polsek SU II, sedang melakukan patroli keliling melihat.

“Terus kita melihat ada kerumunan warga, lalu kita cek, ternyata ada satu tersangka perampasan telpon genggam yang sedang di amuk masa. Lantas, kita langsung mengamankan pelaku dari keramaian itu,” ujarnya saat gelar kasus.

Menurutnya, tersangka Randi merupakan residivis yang pernah dipenjara di Rutan Pakjo tahun 2013 dengan kasus yang sama. “Untuk barang bukti, kita amankan telpon genggam merk Samsung milik korban, sedangkan pisau yang digunakan pelaku untuk melukai korban, masih dalam pencarian karena sudah di buang di TKP. Pelaku sendiri, akan dikenakan pasal 365 KUHP,” tutupnya. (korankito.com/denny)