Bisa Dipercaya

Sidang Suap Muba Hadirkan Saksi Bambang Karyanto dan Faisyar

Sidang - Kedua Tersangka kasus Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) 2014 dan pengesahan APBD Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) 2015 Ujang M Amin dari Fraksi PAN (Kiri/Batik Oran) dan Depy Irawan dari Fraksi Nasdem (Kedua Kanan/Kemeja Putih) saat mendengarkan keterangan saksi di Pengadilan Tipikor PN Palembang, Senin (22/8). KORKIT-WAHYU

Palembang – Enam Ketua Fraksi Dewan Muba yang menjadi terdakwa dalam kasus suap Muba kembali duduk di kursi pesakitan Pengadilan Tipikor PN Palembang, Senin (22/8). Dalam sidang yang kembali akan mendengarkan keterangan dari saksi-saksi , ada lima saksi yang dihadirkan, termasuk Bambang Karyanto yang merupakan saksi mahkota keterlibatan enam ketua fraksi dewan Muba dalam kasus suap ini.

Dalam keterangannya terpidana Bambang Karyanto mengakui bahwa dirinya mempunyai peran dalam membagikan uang komitmen dari Pemerintah Kabupaten Muba. Dalam sidang lanjutan di Pengadilan Tipikor Palembang, Bambang yang sebelumnya telah dihukum lima tahun penjara menyebut bahwa keenam terdakwa yakni Ujang M Amin (PAN), Jaini (Golkar),  terdakwa Parlindungan Harahap (PKB), Iin Pebrianto (Demokrat) dan Depy Irawan (Nasdem) dan Dear Fauzul Azim (PKS) telah menerima sesuai kesepakatan.

Berita Sejenis

Tertipu, Uang Rp200 Juta Melayang

Ditinggal Belanja, Motor Kesayangan Raib

Setahun Buron, Pencuri Burung Kacer Diringkus

1 daripada 3.076

“Yang pasti, semua menerima. Ada yang menerama secara langsung, ada juga yang tidak secara langsung,” ujar Bambang.

Selain memberikan keterangan, Bambang juga dikonfrontir dengan Riamon. Karena memang, sebelumnya Riamon mengaku tidak mengetahui pengaturan dalam meminta uang komitmen yang diberikan kepada seluruh anggota dewan Muba termasuk kepada enam terdakwa.

Lebih lanjut Bambang menjelaskan adanya keterlambatan pembahasan RAPBD Muba dan uang komitmen dari pihak eksecutive, akhirnya ketua fraksi dan unsur pimpinan melakukan pertemuan diruangan ketua DPRD Muba, Riamon Iskandar.

“Pada bulan Januari unsur pimpinan dan ketua fraksi berkumpul diruangan pak Riamon Iskandar untuk membahas keterlambatan pengesahan RAPBD dan uang komitmen,” katanya lagi

Selain itu, Bambang pun mengaku bahwa dirinya memiliki kedekatan dengan Bupati Muba ketika itu, untuk itulah unsur pimpinan DPRD Muba memberikan perintah kepada saya dalam rangka membahas uang komitmen dengan pihak eksecutive.

“Pak Faisar dan Samsudin Fei (pihak eksecutive) sering berkunjung kerumah saya,” katanya.

Sementara itu Mantan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Fasyar menyebut pemberian uang untuk pengesahan RAPBD sudah menjadi kebiasaan setiap tahun.

“Itu sudah kebiasaan, jadi saya tidak tahu inisiatif siapa (DPRD atau Pemkab Muba-red),” ujar Faisyar saat memberikan keterangan dihadapan majelis hakim yang diketuai Kamaludin.

Dirinya menjelaskan pemberian sejumlah uang kepada anggota dewan untuk pengesahan RAPBD, pertama diberikan sebesar Rp. 2,65 miliar. Lalu ada tambahan Rp. 200 juta yang diminta pimpinan dewan.

“Uang itu pinjaman dari Lucy oleh Syamsudin Fei, diserahkan ke tempat Bambang dan sesudah penyerahan uang pertama akan ada pengajuan hak interplasi dari dewan,” jelasnya.

Terpidana Fasyar dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK RI sebagai saksi untuk terdakwa Ujang M Amin (PAN), Jaini (Golkar), Parlindungan Harahap (PKB), Iin Pebrianto (Demokrat) dan Depy Irawan (Nasdem) dan Dear Fauzul Azim (PKS). (korankito.com/ria)