Palembang Tetap Andalkan BKB dan Pulau Kamaro

PELEPASAN LAMPION. Warga keturunan tionghoa melakukan pelepasan lampion dalam perayaan Cap Go Meh di Pulau Kemaro Palembang, Sabtu 20 Febuari 2016. Pelepasan lampion keudara ini disertai doa dan harapan. Indonesia Press Photo/Wai.

PELEPASAN LAMPION. Warga keturunan tionghoa melakukan pelepasan lampion dalam perayaan Cap Go Meh di Pulau Kemaro Palembang, Sabtu 20 Febuari 2016. Pelepasan lampion keudara ini disertai doa dan harapan. Indonesia Press Photo/Wai.

Palembang – Benteng Kuto Besak dan Pulau Kemaro masih menjadi destinasi andalan untuk menarik kunjungan wisatawan ke kota Palembang. Belum adanya penambahan destinasi wisata di kota Palembang dikarenakan adanya keterbatasan sumber daya manusia (SDM) dan anggaran yang dimiliki Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang.

Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Palembang, Ahmad Zazuli saat menghadiri acara Exploring Potential Of South Sumatra For Europe Tourtis In 2017 di hotel Arista Palembang, Senin (22/8).

“Palembang masih tetap akan mengandalkan pariwisata Benteng Kuto Besak (BKB) sebagai salah satu destinasi pariwisata di kota Palembang. Selain BKB ada juga Pulau Kemaro,” katanya.

Menurut Zazuli memang tidak mudah untuk memajukan suatu destinasi pariwisata. Ada banyak faktor pendukung seperti SDM, dan juga anggaran. Untuk SDM sendiri di perlukan adanya lisensi untuk para pemandu wisata atautour guide. Di Palembang sendiri saat ini memiliki lebih kurang 40 tour guide. Namun yang masih aktif saat ini hanya 10 orang.

Karena itu diperlukan lagi adanya penambahan untuk tour guide yang aktif yang nantinya mampu memperkenalkan pariwisata yang ada di Palembang. Penambahan tour guide ini disertai juga dengan pemberian lisensi dari lembaga sertifikasi. “Tahun 2015, kita sudah pernah memberikan lisensi untuk para tour guide ini dari lembaga sertifikasi,” katanya.

Sementara itu, Vice Chairman IHGMA Sumsel, Sarjuri mengatakan dengan program Exploring Potential Of South Sumatra For Europe Tourtis In 2017, pihaknya mencoba untuk membuat Sumsel menjadi tujuan kota wisata yang membidik pasar Eropa. “Tidak menutup kemungkinan untuk negara-negara lain yang jelas dengan market Eropa kita berikan informasi tentang panorama yang ada di Sumsel,” jelasnya.

Selain akan mensosialisasikan panorama yang memang layak dikunjungi, Sarjuri juga menjelaskan akan memperbaiki fasilitas infrastruktur dan akomadasi menuju tempat wisata. “Ada 28 titik wisata, nanti akan kita survey dan dipilih mana yang lebih layak baru kita olah untuk kelengkapan fasilitas dan akomodasi. Mudah mudahan ini awal yang baik untuk semuanya,” ungkap Sarjuri yang juga GM Sintesa Peninsula Palembang.

Menurutnya, dari sisi standar hotel, kenyamanan dan potensi wisata Sumsel sudah sangat mumpuni. “Justru yang harus kita siapkan adalah sumber daya manusia, kita harus menyiapkan tourguide yang dapat memberikan pelayanan terbaik dan menceritakan sejarah pariwisatanya,” ucapnya.

Untuk persiapan perhotelan, diakui Sarjuri saat ini akan bekerjasama dengan agent traveler yang memasarkan tempat pariwisata unggul dan terbuka untuk semua. Dari ini kita targetkan 2017 akan ada hasilnya. (korankito.com/ria)