Bisa Dipercaya

Minim Informasi, Sekolah Akreditasi A Kekurangan Siswa

IMG_20160822_101212_AO_HDR_1471839873166

Palembang – Minimnya Informasi mengenai sekolah menengah kejuruan (SMK) Kimia, membuat sekolah yang terakreditasi A tersebut masih sedikit siswanya. Kepala SMK Kimia Yayasan Tehnik Kimia (YTK) Palembang Eti Nurpita Purnamasari ST MT menjelaskan, kalau SMK kimia telah berdiri sejak tahun 1969 lalu. Namun, pada tahun 2008 lalu akreditasinya masih B dan saat ini sudah menjadi terakreditasi A.

“SMK Kimia di Palembang masih sangat langka. Untuk akreditasi pertama sekolah ini tahun 2008 dengan akreditasi B, dan sekarang sudah akreditasi A sejak 2014,” terang dia di ruang kerja kepala SMK Kimia YTK di jalan Prof. K. H. Zainal Abidin Fikri, Senin (22/08).

Berita Sejenis
1 daripada 3.065

Menurutnya, sekolah ini masih sangat sedikit siswanya dengan total 70 orang siswa. Dimana untuk kelas X ada 34 siswa, kelas XI ada 30 siswa dan kelas XII hanya ada 6 orang siswa. Sedangkan untuk guru dan staff tata usahanya ada 24 orang. Untuk kegiatan belajar dan mengajar (KBM) kita fokuskan 60 persen untuk prektik. Jadi, dari kelas X mereka sudah kita kenalkan dengan berbagai alat laboratorium dan cara membuat larutan tertentu.

“Tahun 2014 lalu hanya ada 6 siswa yang masuk ke SMK ini, karena dulunya SMK ini sempat diisukan tutup. Meski tahun itu kita hanya ada 6 siswa, kita tetap melaksanakan KBM, karena semangat belajar mereka yang tinggi,” tegasnya.

Diakuinya, saat ini animo peserta didik cukup tinggi, dari 120 siswa yang mendaftar kemarin hanya diterima 34 siswa. Hal ini juga dikarenakan ada 2 tahap ujian untuk dapat masuk ke SMK Kimia tersebut, diantaranya ujuan kompetensi dasar dan Imtaq.

“Karena kita dibawah naungan yayasan Al-Ahzar jadi kita mengikuti standar yang ditetapkan yayasan untuk menerima siswa. Hal ini juga untuk dapat mempertahankan akresitasi sekolah,” beber dia.

Kita sudah ajukan permohonan kepada dinas pendidikan terkait dan pihak yayasan untuk menambah ruang belajar. Lanjutnya, namum hingga saat ini masih belum terealisasikan karena masih minimnya siswa yang ada di sekolah ini. “Harapannya, kedepan siswa yang masuk bertambah, hingga kami bisa menambah fasilitas yang ada,” ujarnya.

Selain itu, SMK Kimia ini juga sudah menuai berbagai prestasi, diantaranya berhasil menyabert peringkat harapan 2 untuk lomba kimia sekolah (LKS) se-Indonesia di kota Malang pada bulan Mei 2016 lalu.

“Sejak 2008 lalu kita sudah mengikuti LKS, dan tahun ini berhasil menjadi peringkat harapan 2. Berbagai prestasi lain juga pernah kita raih, hal inilah yang membuat pihak disdik provinsi menyumbangkan berbagai alat laboratorium untuk mempermudah praktikum siswa,” jelas Eti.

Kita mengikuti arahan dari kementerian pendidikan dan kebudayaan di bawah naungan direktorat sekolah menengah mengenai apa yang akan dibuat dan dipakai dalam LKS. Untuk tahun ini kita berhasil membuat sabun bening dari ekstraksi aloe vera (tanaman lidah buaya).

Sementara itu, disini juga menjadi tempat penelitian dari mahasiswa teknik kimia, karena alat uji dan alat laboratorium disini lebih lengkap dari sekolah manapun di Palembang. “Ditahun ini, sudah ada 3 kelompok yang masing-masing kelompok berisi 2-3 orang,” tuturnya.

Kembali kata Eti,target kita kedepan untuk menambah siswa, karena jika siswanya bertambah kita dapat menambah ruang belajar dan mengajukan bantuan kepada yayasan dan pihak terkait mengenai sarana dan prasarana pendukung yang masih kurang di sekolah ini. Diakuinya, minimnya siswa yang masuk di sekolah ini karena ketatnya seleksi ujian masuk dan kurangnya promosi serta adanya isu yang mengatakan SMK Kimia ini tutup. (korankito.com/eja)