Bisa Dipercaya

Putra Terbaik Sumsel Terima Bintang Jasa Utama

 

IMG-20160817-WA0000Perayaan hari Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) merupakan moment sangat berharga bagi seluruh warga Tanah Air. Tidak terkecuali bagi masyarakat Lahat, yang kali ini patut bangga karena putra terbaiknya H Aswari Riva’i mewakili rakyat Bumi Seganti Setungguan diundang secara khusus di Istana Negara untuk menyaksikan detik-detik peringatan HUT ke-71 bersama Presiden Joko Widodo, di Jakarta, Rabu (17/8).

Aswari yang juga Bupati Lahat itu hadir di Istana diundang bukan sebagai kepala daerah, melainkan sosok tokoh yang telah berjasa luar biasa terhadap nusa dan bangsa. Wari yang dua hari sebelum perayaan HUT ke-71, di tempat yang sama, dianugerahi Presiden Bintang Jasa Utama bersama delapan tokoh nasional lainnya. ‘’Bapak tidak sempat hadir di Lahat, karena mewakili masyarakat Lahat untuk hadir di HUT ke-71 RI di Istana Negara sehubungan penghargaan Bintang Jasa Utama,’’ ujar Kepala Dinas Sosial (Dinsos), Harinus.

Berita Sejenis
1 daripada 40

Ia mengungkapkan, Bintang Jasa Utama yang disematkan kepada Aswari hakekatnya merupakan penghargaan yang tinggi bagi masyarakat Lahat.

Penghargaan Bintang Jasa Utama dengan derajat setingkat di bawah Bintang Mahaputra tersebut, diterima putra terbaik Lahat karena dinilai berjasa luar biasa terhadap nusa dan bangsa pada bidang, peristiwa serta hal tertentu diluar bidang militer.

Selain Aswari, ada mantan Kapolri, Jenderal Polisi (Purn) Badrodin Haiti yang dianugerahi Bintang Mahaputra Adipradana. Sedangkan penerima Bintang Jasa Utama lainnya yakni Bupati Bantaeng, Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah, Bupati Kulon Progo, DI Yogyakarta,  Hasto Wardoyo, serta Kepala BMKG Andi Eka Sakya. Kemudian empat tokoh lainnya penerima Bintang Budaya Parama Dharma yakni Ahli Waris Mangkunegara VII, Taufik Ismail, Martha Tilaar serta Achdiati Ikram.

“Penghargaan ini sepenuhnya milik masyarakat Lahat dan atas kerjasama semua pihak. Terima kasih atas semua dukungan masyarakat Lahat,’’ ujar Wari — sapaan akrab sang Bupati — saat dihubungi Koran Kito, kemarin.

Ia mengaku, dengan penghargaan itu merasa tertantang untuk berbuat lebih baik lagi khususnya bagi masyarakat Bumi Seganti Setungguan. “Penghargaan ini mengandung tanggungjawab yang besar sekaligus menjadi motivasi agar kita terus berbuat yang terbaik guna kesejahtraan rakyat,” tambahnya.

Informasi  yang didapat Koran Kito dari Sekretariat Negara (Sekneg) mengungkapkan, Aswari dinilai sangat berjasa dibidang kemanusian, sosial, pembangunan pedesaan, infrastruktur daerah, lingkungan serta keagamaan.

Menurut kantor Sekneg dibidang kemanusiaan dan sosial, Aswari telah berjasa luar biasa dengan kepeduliannya terhadap masyarakat yang mengalami musibah, seperti memberikan bantuan moril dan materiil dan mengunjungi warga yang salah satu keluarganya meninggal dunia, terkena kebakaran serta program silaturahmi kepada masyarakat pelosok desa. Dibidang pembangunan pedesaan dan infrastruktur daerah, Bupati Lahat dua periode itu berhasil meningkatkan perekonomian desa lewat pembangunan jalan desa hingga perkebunan sepanjang 180 kilometer serta memberikan bantuan bibit tanaman kepada kelompok tani. Dibidang lingkungan, suami Hj RR Kurnia Sismartianti itu tetap konsistem menjaga alam Lahat terutama ekosistem Sungai Lematang dengan menebar bibit ikan dan menjaga tradisi bekarang (menangkap ikan dengan aturan adat). Dibidang keagamaan, Wari secara konsisten mensuport pembangunan rumah ibadah di Lahat serta membantu pendidikan sumber daya manusia (SDM) di pondok pesantren.

Sementara itu, menurut Kepala Dinsos Lahat, Harinus, selama ini Bupati Aswari telah menerima 38 penghargaan, lima diantaranya penghargaan dari Kementerian Sosial. ‘’Penghargaan yang didapat Pak Wari diantaranya dinilai karena beliau bekerja melampaui tugasnya demi masyarakat luas,’’ ujar Harinus.

Menurutnya, Desember tahun lalu Aswari dianugerahi Satya Lencana Kebaktian Sosial (SLKS) dari Presiden RI Joko Widodo di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT). Akhir tahun 2015 kebijakan pembangunan Lahat mendapatkan apresiasi Pemerintah Pusat sebagai salah satu daerah berprestasi di Indonesia. Presiden Joko Widodo menyerahkan anugerah daerah berprestasi penerima dana insentif daerah tahun anggaran 2016. Kemudian program 1.000 kakus, inovasi Aswari mendapat apresiasi Kementerian Kesehatan lewat penghargaan Ksatria Bakti Husada. ‘’Di Riau, Wakil Presiden, Jusuf Kalla menyerahkan penghargaan Adipura Buana kepada Lahat sebagai daerah yang dapat mengelola sampah, dan kepedulian lingkungan,’’ pungkas Harinus.ADV.HMS