Bisa Dipercaya

Palembang Jadi Percontohan Penerapan E-Warung Di Sumsel

IMG_1648

Palembang – Bertempat di Jalan KH. Wahid Hasyim Lr. Tajur, Minggu (21/8), Pemerintah Kota Palembang meluncurkan layanan Warung Elektronik Gotong Royong (e-Warong) Kelompok Usaha Bersama  (KUBE) – PKH Koperasi Masyarakat Indonesia Sejahtera (KMIS). Peresmian tersebut dihadiri langsung oleh Menteri Sosial RI, Khofifah Indar Parawansa dengan di dampingi oleh Wakil Palembang., H. Harnojoyo

Dalam sambutannya Mentri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengatakan e-Warong ini merupakan program penyaluran bantuan sosial yang dilakukan secara non tunai. Dengan bantuan sosial yang dilakukan secara non tunai dengan sistem digital perbankan dimaksudkan untuk memudahkan, memantau dan mengurangi penyimpangan serta memperluas inklusi keuangan.

Berita Sejenis

Delapan ‘Teroris Jakfar’ Ditetapkan Tersangka

Juruparkir Cekoki Miras dan Perkosa Bocah SD

Kids Zaman Now Menguncangkan Dunia

1 daripada 3.081

“Kota Palembang sendiri menjadi kota ke -11 yang melaksanakan penyaluran bansos nontunai ini. Sebelumnya e-Warong diantaranya sudah ada di Malang, Sidoarjo, Mojokerto, Makasar, Padang Solo, Surabaya, Semarang,” katanya

Khofifah menjelaskan Kemensos mengubah bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) dari tunai menjadi nontunai. Program baru dari Kementrian Sosial ini dilaksanakan dengan menggandeng beberapa Bank diantaranya Bank Rakyat Indonesia (BRI) dan Bank Negara Indonesia (BNI)

Menurutnya program ini sesuai dengan arahan Persiden Republik Indonesia agar bansos-bansos disalurkan melalui non tunai dan ini merupakan format terintegrasi. Harapannya melalui program ini nantinya diharapkan dapat menurunkan tingkat kemiskinan di Indonesia.

“Melalui program ini, indikasi pemotongan bantuan sosial tidak akan terjadi, karena melalui transfer dana ke rekening penerima bantuan akan diterima langsung oleh Penerima Bantuan”  ujarnya

Lanjut Khofifah para anggota PKH dapat membelanjakan uang bantuan yang didapat di e-Warong. Selain sembako, ada mini ATM yang bisa di gunakan untuk pencairan Bansos, belanja non tunai, setoran dan tarik tunai, transfer, pembayaran listrik, telepon, PAM, dan cicilan.

“Pada peluncuran e-Warung berikutnya akan banyak bantuan pemerintah yang dapat terintegrasi ke warung tersebut.  Diharapkan nantinya 1 kartu bisa multi fungsi,” tuturnya

Rencananya, sampai akhir 2016 akan ada 300 e-Warung yang beroperasi. Pada 2017 mendatang bahkan akan beroperasi 3000 e-Warung di seluruh Indonesia.

Sementara itu Walikota Palembang H. Harnojoyo mengatakan sangat mengapresiasi program dari Kementrian Sosial. Karena dapat memperdayakan masyarakat kurang mampu.

Menurut Harno, e-Warong KUBE  memberikan dampak yang sangat baik bagi warga penerima bantuan karena bisa membeli sembako tanpa menggunakan dana tunai.

Itu juga sebagai upaya untuk lebih mendekatkan masyarakat dengan layanan perbankan yang prima efektif dan efisien. “Dengan adanya transaksi yang dilakukan oleh masyarakat di e-Warong ini mampu menekan angka inflasi di Palembang,” harapnya.

Lebih lanjut Harno berharap terkait dengan transaksi non tunai dimana masyarakat harus menabung. Pihaknya meminta agar ada kemudahan yang di berikan kepada pemegang kartu ini.

Mengingat masyarakat kemegang kartu tersebut merupakan Masyarakat dengan tingkat ekonomi kebawah agar mendapatkan kemudahan seperti tidak adanya biaya administrasi yang dibebankan kepada pemilik kartu dan dana yang mengendap di tabungan busa ditarik seminimum mungkin. “Peruntukan kan benar benar untuk masyarakat,” Tukasnya. (korankito.com/ria)