Bisa Dipercaya

Kemendikbud Targetkan 1000 Kosa Kata Per Provinsi Setahun

IMG-20160819-WA0078

Palembang – Pusat pengembangan dan perlindungan badan pembinaan bahasa kementerian pendidikan dan kebudayaan Republik Indonesia (RI) berupaya dalam penambahan dan pengembangan kosa kata Bahasa Indonesia.

Pengayaan dalam Bahasa Indonesia itu perlu dilakukan secara terus menerus, pasalnya, masih minimnya kosa kata yang berasal dari Indonesia itu sendiri. Terkait hal tersebut, kementerian pendidikan dan kebudayaan (kemendikbud) RI bekerjasama dengan balai bahasa Sumatera Selatan (Sumsel) menggelar kegiatan bertajuk”desiminasi pengayaan kosa kata”.

Berita Sejenis

SMAN 10 Palembang Jawab Tantangan Kadisdik Sumsel 

Polsri Gelar EDS Kedelapan

17 Lembaga Pendidikan Empatlawang Diajukan Akreditasi

1 daripada 17

Acara tersebut digelar di hotel grand atyasa pada Jum’at (19/08) lalu, dengan menghadirkan narasumber kepala badan pengembangan dan pembinaan bahasa kemendikbud RI Prof. Dadang Sunendar, kepala bidang pusat pengembangan dan pembinaan Sumsel badan pengembangan dan pembinaan bahasa Kemendikbud Dr. Dora Amalia serta praktisi penggiat dan peneliti bahasa-bahasa Sumsel, Drs. Muslim Soleh Roni.

Menurut Dadan, desiminasi pengayaan kosa kata ini penyebaran informasi terkait pengayaan kosa kata Bahasa Indonesia, karena jumlah kosa kata di kamus besar bahasa indonesia (KBBI) masih kurang, sedangkan disatu sisi pada tahun 2019 kemendikbud mentargetkan 200.000  kosa kata bahasa indonesia.

“Ini target yang cukup berat dicapai, sebagai catatan, pada tahun 2014 saja jumlah kosa kata yang ada di kbbi berjumlah 102.622 ribu,” jelas Dadang.

Maka dari itu, lanjutnya, guna mencapai target tersebut pihaknya meminta agar setiap balai bahasa di seluruh Indonesia menyumbang minimal 1000 pengayaan kosa kata pertahunnya dan salah satu cara yg ditempuh dengan mengadakan acara desiminasi kosa kata ini.

“Sumsel cukup baik, berdasarkan informasi yang saya dapat tahun lalu Sumsel mampu menyumbang pengayaan 1.034 kosa kata. Artinya, Sumsel melebihi target meskipun ada daerah lain yang mampu melebihi angka itu atau bahkan kurang dari 1.000,” tegasnya.

Kembali kata Dadang, sebetulnya banyak kosakata yang bisa digali contohnya dalam bidang kelautan sebab dengan kekeyaan laut indonesia yg luas pasti banyak tersimpan benda-benda di dalamnya yang tentu saja memiliki nama-nama dan pada akhirnya menambah kosakata.

Sementara itu, kepala balai bahada Sumsel Aminulatif mengatakan, untuk jumlah kosa kata I donesia masih minim jika dibandingkan negara- negara lain, misalnya saja inggris. Di negara itu, kosa kata bahasanya telah mencapai 20 juta. Dikatakannya, ada beberapa cara guna menjaring pengayaan kosakata bahasa indonesia, diantaranya adalah sumber dari asing, sumber dari daerah dan partisipasi masyarakat.

“Meskipun Sumsel telah mampu melebihi target menyumbang minimal 1000 kosa kata setahun, namun diharapkan tahun ini dapat melebihi capaian tahun lalu atau diatas 1.034 td,” harapnya.

Dengan demikian diharapkan masyarakat Sumsel dapat mengaktifkan lagi patisipasinya dalam program pengayaan kosa kata ini seperti diketahui kemendikbud telah meluncurkan aplikasi berbasis online agar masyarakat dapat memasukan kata kata baru untuk memperkaya khasanah kosa kata bahasa indonesia.

“Masyarakat cukup mengakses web kbbi.kemendikbud.go.id kemudian ikuti petunjuk selanjutnya. Untuk sementara ini dapat diakses oleh perangkat berbasis android namun dalam waktu dekat dapat pula menggunakan berbasis IOS,” pungkasnya. (korankito.com/eja)