Soal Lahan, Warga-Pol PP Saling Tebas

IMG_20160819_181949Palembang-Keributan warga dengan petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) kembali pecah. Kali ini, terjadi di lahan yang akan dibangun Kampus Universitas Islam Negeri (IAIN) di Jalan Pangeran Ratu, Kecamatan Seberang Ulu (SU) I Palembang, Jumat (19/8) siang.

Keributan yang terjadi, antara warga bernama Sukar (33) dengan Sat Pol-PP bernama Rosihan (41) yang melakukan pengamanan di lahan tersebut. Merasa benar, keduanya saling lapor ke Petugas Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Palembang.

Sukar harus mengalami luka pada telapak tangan kirinya terkena sabetan senjata tajam parang milik Satpol PP. Sedangkan, Rosihan mengalami luka gores pada punggungnya akibat sabetan parang milik Sukar.

Berdasarkan pengakuan Sukar, kepada petugas SPKT Polresta Palembang, saat itu dirinya sedang berada di lokasi pembangunan Universitas IAIN untuk bercocok tanam serai, karena lahan miliknya merasa belum diganti rugi oleh pemerintah.

Namun, saat Sukar melakukan aktivitasnya, terlihat oleh Rosihan. Lantas, petugas Satpol PP tersebut, langsung menghentikan kegiatan yang dilakukan oleh Sukar. Keduanya, sempat bersitegang dan terjadilah kontak fisik antara Sukar dan Rosihan.

“Saya dan orangtua saya sudah tinggal di sini selama 34 tahun, namun sampai saat ini belum menerima ganti rugi, maka itu saya bercocok tanam. Lalu, datang mereka berdua yang langsung marah-marah dengan saya,” ujar Sukar di hadapan petugas piket.

“Setelah itu, terjadilah perkelahian antara saya dan Rosihan, tapi saya dikeroyok oleh dia dan temanya bernama Madi. Kalau, setahu saya yang Satu Pol PP itu, cuma Rosihan sedangkan temannya itu preman semya,” tambahnya.

Sementara itu pengakuan Rosihan, yang juga melapor atas kasus pengeroyokan, mengatakan, saat itu dirinya sedang mengawasi alat berat yang melakukan pengerjaan pembuatan kanal di lokasi. Namun tiba-tiba didekati Sukar serta orangtuanya yang langsung mengayunkan parang.

“Saya kena sabetan parangnya Sukar dan beruntung saya bisa menghindar. Karena terus diancam, saya rebut parangnya Sukar dan memang saya sekali mengayunkan parang. Saat itu saya hanya membela diri dan tugas saya mengawasi alat berat di lokasi,” ujar Rosihan.

Di sisi lain, Kasi Ops Sat Pol-PP Pemprov Sumsel Fedrian Mailani yang mendampingi Rosihan membuat laporan menyatakan Rosihan memang ditugaskan untuk berada di lokasi, mengawasi proyek pembangunaan kanal di lahan yang akan dibangun Kampus UIN.

“Lahan di lokasi semuanya sudah diganti rugi setelah dihibahkan ke pihak Kampus UIN. Memang ada sebagian warga yang tidak senang sehingga terjadi masalah ini. Mungkin ada warga yang meminta ganti rugi tanaman di lokasi lahan. Kami secara resmi sudah melapor ke polisi atas kasus yang dialami Rosihan,” ujarnya.

Sementara itu Kasat Reskrim Polresta Palemnang Kompol Maruly Pardede mengatakan, laporan dari dua pelapor semuanya diterima petugas dan dimintai keterangan sesuai laporan. “Kasus ini masih dalam penyidikan petugas Unit Pidum Satreskrim. Sementara ini pelapor masih dimintai keterangan atas kasus yang dilaporkannya,” ujarnya.korankito.com/deny