Hilton Merasa Dikerjai Wasit

IMG-20160819-WA0004Denpasar-Dalam lanjutan kompetisi Torabika Soccer Championship (TSC) musim 2016, Laskar Wong Kito gagal mencuri poin setelah kalah dengan skor tipis 0-1 dari tuan rumah Bali United Pusam di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Bali, Jumat (19/8) sore.

Kekalah yang diderita Sriwijaya FC cukup menyesakkan. Pasalnya gol semata wayang Bali United lahir dari titik putih setelah tangan Wildansyah dianggap wasit Bahrul Ulum asal Sidoarjo menyentuh bola.

Pelatih kepala Sriwijaya FC Widodo Cahyono Putro menilai penalti yang didapat Bali United tidak harus terjadi. Pasalnya, sebelum terjadi hands ball, pemain SFC terlebih dahulu dilanggar oleh anak asuh Indra Sjafri.

“Ini kedua kalinya saya berkata wasit harus dievaluasi setelah pertandingan terakhir dengan Persija. Menurut saya penalti itu, seharusnya tidak terjadi karena sebelum itu telah terjadi pelanggaran terlebih dahulu,” ujarnya.
Pelatih asal Cilacap ini menilai pengadil lapangan hijau harus bertindak tegas. Seperti saat kiper Bali United, Diky Indrayana melanggar pemain depan Hilton Moreira yang hanya berbuah kartu kuning.

“Saat itu, Hilton sedang bebas, tapi dilanggar oleh kiper. Seharusnya pelanggaran yang dilakukan oleh kiper itu diberi kartu merah.
Kasihan pemain yang setiap hari latihan kalau akhirnya dicurangi,” tambah mantan arsitek Gresik United ini.

Di sisi lain, striker SFC Hilton Moreira juga menyayangkan penalti tersebut terjadi. “Penalti tadi seharusnya tidak terjadi karena bola terkena bahu, jelas itu bukan penalti. Kalau saya kalah 10-0 asal fair, saya akan terima, tapi pertandingan tadi kan yang kerja wasit bukan pemain,” ujarnya.

Menurutnya, pada pertandingan konta Bali United, pemain SFC sangat yakin dapat mencuri poin. “Kami main dengan sungguh-sungguh tapi selalu dikerjain wasit, itu yang sulit diterima. Pasti kami kecewa pada wasit,” pungkasnya. Resha/deny