657 Masiswa Unsri PPL di 47 Sekolah

 

IMG_20160819_103050_AO_HDR_1471600949183Palembang – Sebanyak 657 mahasiswa Universitas Sriwijaya (Unsri)  melaksanakan praktek pengalaman lapangan (PPL) di berbagai tingkatan sekolah. Para mahasiswa/i ini terdiri dari 14 program studi (prodi) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unsri semester 7.

Ketua pelaksana PPL Unsri Iqbal Berlian mengatakan, hari Jumat (19/08), diadakan pelepasan secara simbolis dan pembagian kelompok mahasiswa PPL ke pihak sekolah. “Mereka akan melaksanakan PPL di 47 sekolah dan dibagi sesuai kelompok. Untuk TK ada 5 , 4 SD, 13 SMP dan sisanya di tingkat SMA atau SMK,” ungkap Iqbal.

Setiap kelompoknya dibagi sesuai kebutuhan dan daya tampung sekolah yang menjadi tempat melaksanakan PPL. “Untuk tingkat TK maksimal 5 orang per kelompok, SD 10 orang, SMP dan SMA/K makasimal 20 orang perkelompok. Dimana masing-masing kelompok dibimbing oleh satu orang dosen pendamping,” kata Iqbal.

Mereka melaksanakan PPL di sekolah selama 60 hari. Setiap mahasiswa/i hanya diperkenankan berada di sekolah selama 4 hari, dan 2 hari sisanya harus kembali ke kampus untuk mengikuti pembelajaran seperti biasanya.

“Kita laksanakan PPL di semester ganjil dan genap. PPL boleh dilaksanakan di semester 8 sesuai dengan persyaratan untuk mengikuti PPL. Mereka di sekolah hanya 4 hari dalam seminggu dan 2 hari sisanya dikampus untuk belajar kembali. Sebab, rata-rata mereka menyisakan 3 mata kuliah lagi,” jelas iqbal.

Menurutnya, PPL ini wajib bagi semua mahasiswa karena menjadi salah satu kriteria kelulusan dan ada sertifikatnya. PPL ini tidak bisa digantikan dengan mata kuliah lainnya. Diakuinya, tiap semester ganjil, mahasiswa yang mendaftar untuk PPL lebih banyak dari pada semester genap.

“Kami berkeinginan agar mahasiswa untuk berbagi tiap semesternya. Memang benar kita tidak membatasi kuota karena itu hak mahasiswa, tapi alangkah baiknya jika jumlah tiap semesternya seimbang,” pungkasnya.korankito.com.ejak