Tak Kembalikan Handphone Pelajar, Dua ABG Diciduk Polisi

IMG_20160818_123433

Palembang – Tak kembalikan handpone yang telah dipinjamnya dari Riza Wahyudi (17) yang tinggal di Kawasan Jalan Panca Usaha, Lorong Anggrek, Kelurahan 5 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu (SU) I Palembang, dua Anak Baru Gede (ABG) harus merasakan dinginnya balik jeruji besi Posekta Kertapati.

Kedua pelaku yang ditangkap Satreskrim Polsekta Kertapati, Kamis (18/8) sekitar pukul 17:00 WIB, yakni Sanjeri alias Jeri (19) dan Erawansyah alias Erwin (18), keduanya tercatat sebagai warga Jalan Abi Kusno, Kelurahan Kemang Agung, Kecamatan Kertapati Palembang.

Kabag Ops Polresta Palembang, Kompol Andi Kumara didampingi Kapolsek Kertapati, AKP Deli Haris mengatakan tertangkapnya pelaku, setelah pihaknya mendapatkan laporan korban, pada Sabtu, (13/8) kemarin. Dimana, korban Riza mengatakan kalau handpone miliknya sudah diambil oleh pelaku.

Lanjutnya, saat korban yang masih duduk di bangku Sekolah Menengah Atas ini meminta dikembalikan telepon genggam miliknya, kedua pelaku menolak mengembalikannya. Bahkan, kedua pelaku malah menjual ponsel korban kepada seseornag yang saat ini masih dalam pengejaran.

“Jadi, setelah mendapatkan laporan, anggota kita yang dilapangan langsung melalukan penyelidikan dan berhasil mengamankan kedua pelaku di rumahnya masing-masing. Saat ini, pelaku masih menjalani pemeriksaan,” ujarnya saat dimintai konfirmasi.

Masih dikatakan Andi, pihaknya masih terus mengembangkan kedua tersangka, untuk mencari korban-korban yang lainnya. “Kita kembangkan dulu, mungkin ada korban lain yang pernah menjadi korban kejahatan dari kedua pelaku. Keduanya, akan dikenakan pasal 372 KUHP,” tambahnya.

Sementara itu, tersangka Erawansyah mengakui perbuatannya yang telag mengambil telpon milik Riza yang lain adalah temannya sendiiri. Menurutnya, aksinya teresebut merupakan yang pertama kali dilakukannya.

“Iseng saja pak mengambilnya, kalau handphonenya sudah kami jual, uangnya sudah habis untuk jajan kami bedua,” ujar tersangka tyang masih duduk dibangku Sekolah Menengah Pertama (SMP) ini. (korankito.com/denny)