Bisa Dipercaya

Polisi Ringkus Calo PNS

IMG_8990

Palembang – Alvin Arifin Bustami (68) warga Komp Cigadung Jawa Barat ini harus mendekam di sel tahanan Mapolda Sumsel setelah dirinya terbukti bersalah melakukan tindak penipuan terhadap orang yang ingin menjadi Pegawai Negeri Sipil dengan jumlah korban sebanyak 32 orang.

Informasi yang dihimpun, tersangka melakukan tindak penipuan dengan cara menipu membuat Surat Keterangan Di terimanya Berkas (SKET) yang dijanjikan bisa bekerja di instansi terkait.

 

Berita Sejenis

Mengejar Impian Demi Sang Ayah

Sumsel Bakal Ciptakan Pramuka Berwawasan Ilmiah

Meilia : Utamakan Penunjang Akademik Mahasiswa

1 daripada 3.100

Penangkapan tersangka berawal saat penangkapan tersangka pertama yakni, M Sarif, yang dilaporkan di Mapolsek Sukarami beberapa waktu lalu. Dari nyanyian Sarif, petugas pun langsung melakukan penangkapan di kediaman tersangka yang terletak di Bandung, Jawa Barat, Rabu (17/8).

Dihadapan petugas,tersangka yang bekerja sebagai makelar jual beli rumah ini mengaku sudah menggeluti pekerjaan ini sejak satu tahun terakhir. Berawal saat Fajar (DPO) memperkenalkan ia dengan M Sarif, lalu mereka bertiga pun melakukan penipuan dengan cara meminta sejumlah uang kepada para korban via transfer dan memberikan surat SKET Palsu kepada korban.

“Saya diajarkan Fajar pak untuk melakukan penipuan ini. Sudah hampir satu tahun dengan jumlah korban 32 orang pak,” ungkap Elvin saat gelar tersangka di Mapolda Sumsel, Kamis (18/8).

Selain itu, tersangka juga mengaku jika dari hasil penipuan tersebut, ia beserta Fajar dan Sarif telah berhasil meraih keuntungan sebanyak Rp 1.302.000.000 dan dirinya mendapat bagian sebesar Rp 800.000.000.

“Sebagian uangnya tidak langsung ke saya, tapi ke Sarif dulu dengan cara ditransfer via Bank BRI. Terakhir saya dapat Rp 800.000.000,” ujarnya.

Sementara itu, Dir Ditreskrimum Polda Sumsel, Kombes Pol Daniel Tahi Monang Silitonga menjelaskan,jika tersangka berhasil di bekuk petugas di Bandung dan berawal dri nyanyian tersangka pertama.

“Tersangka sudah kita amankan, saat ini barang bukti berupa Ktp dan SKET (Surat pengesahan pengangkatan Pegawai Negeri Sipil) Palsu milik tersangka juga sudah kita amankan. Dan anggota kita kini tengah mengejar tersangka lainnya. Saat ini tersangka akan dijerat pasal 372 dan 378 KUHP dengan ancaman diatas lima tahun penjara,” pungkasnya.(korankito.com/kardo)