SFC Ambil Langkah Hati-Hati

IMG_9883

Palembang – Semakin berjalan, Kompetisi Torabika Soccer Championship semakin keras. Tim Sriwijaya FC semakin hari menghadapi tim tangguh. Hal ini menyebabkan jajaran pelatih tak ingin menempuh resiko demi satu pertandingan saja.

Lawan-lawan tangguh semakin bermunculan seiring bergulirnya kompetisi. Apalagi menghadapi Sriwijaya FC, para tim lawan dipastikan melakukan antisipasi penuh ketika menghadapi tim berjuluk Laskar Wong Kito. Hal ini lantaran Sriwijaya FC dianggap tim yang berpengalaman dan memiliki komposisi bagus. Hal ini memicu terjadinya persaingan keras yang terjadi di lapangan.

Tak jarang di lapangan, bentrok fisik dialami oleh Hilton dkk. Mulai dari tackle hingga sliding, yang bisa memicu cedera. Untuk itulah, Pelatih Widodo C. Putro tak ingin memaksakan skuad yang dibesutnya untuk bertanding penuh di lapangan.

“Kalau seorang pemain sedang cedera, kita tak ingin juga memaksakan ia untuk bermain. Nanti kalau terjadi apa-apa di lapangan, kita juga yang rugi,” ujarnya.

Seperti langkah yang diambil oleh juru racik Laskar Wong Kito tersebut kala bertanding melawan Arema Chronus, Minggu (14/8). Ditengah pertandingan ia memutuskan untuk menarik Firman Utina di menit ke-68. Padahal performa Firman pada saat itu begitu gemilang karena sukses menghantarkan bola dari lini belakang menuju barisan penyerang. Namun Widodo begitu protektif karena ia tau alasan dibalik keputusannya.

“Tentu penggantian itu ada sebab akibat. Firman menyatakan tak sanggup waktu itu. Saya juga melindungi dia, kita protect jadi ada alasan kenapa mengganti Jupe,” terangnya.

Sehingga melihat akibat yang ditimbulkan kedepan, Widodo tak ingin mengambil resiko. Kompetisi masih panjang untuk dilewati. Sriwijaya FC harus bertahan di kompetisi yang masih bergulir tersebut dengan pemain-pemain andalannya untuk menghadapi tim yang lebih tangguh kedepannya.

“Itulah sepak bola, kita harus memilih dan cermat dalam memasukkan pemain di tengah pertandingan,” tukasnya. (korankito.com/resha)