Kekuatan Tim ISC Merata

IMG-20160808-WA0002

Palembang – Semakin lama, para kontestan yang mengikuti kompetisi Torabika Soccer Championship (TSC) 2016 semakin memiliki kekuatan yang cukup kuat. Hal ini merupakan akumulasi pengalaman tim yang telah jatuh bangun mengikuti kompetisi 2016 tersebut. Semakin menghadapi tim yang tangguh, maka pengalaman tim dalam bertanding akan semakin kuat.

Hal ini disoroti kapten Sriwijaya FC Supardi Nasir. Menurutnya saat ii kemampuan tim begitu merata sehingga setiap lawan yang menghadang Sriwijaya FC, tidak bisa dipandang sebelah mata apalagi.

“Tim di liga kita sekarang ga ada satu tim pun yang dibawah. Semua tim bisa mengalahkan kita,” ungkapnya ketika diwawancarai.

Kekuatan tim kekuatannya terdistribusi merata. Menurut mantan pemain Persib ini, Sriwijaya FC pun suatu saat bisa dikalahkan oleh tim yang tidak terkenal. Ia juga pantang dalam mengkerdilkan lawannya meskipun tim tersebut merupakan tim juru kunci. Seperti ketika Sriwijaya FC melawan Persela Lamongan (21/7). Sriwijaya FC harus mengakui ketikamereka harus dipaksa imbang oleh tim tamu terebut dengan skor 2-2 padahal saat itu Persela merupakan juru kunci klasemen.

Lain lagi ketika Sriwijaya FC menjamu Madura United di stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring Palembang, Minggu (15/5). Laskar Wong Kito berhasil membantai tim Bayu Gatra dkk tersebut dengan skor 5-0. Namun saat ini, Madura United berhasil memuncaki klasemen sementara TSC 2016 dengan perolehan 33 poin mengalahkan Arema Malang dan Sriwijaya FC.

“Ga ada tim yang semisal, tim bawah klasemen sekalipun. Materi mereka bagus-bagus. Secara keseluruhan tim mereka bagus. Bukan tim sembarangan tim. Artinya kekuatan semua tim merata,” tuturnya.

Sehingga untuk bertahan di tengah derasnya terpaan lawan, tim yang dikomandoinya akan fokus pada timnya sendiri. Kekompakan dan penguatan internal menjadi kekuatan utama agar Skuad Wong Kito bisa tetap tegak dalam menghadapi lawan yang tangguh. Dan tak lupa, arahan dari pelatih juga diperhatikan dengan saksama agar taktik dan strategi yang telah diracik dengan sempurna dapat menjadi pegangan selama merumput.

“Pelatih punya strategi. Kita sebagai pelaku yang harus menjalani. Apa yang diberikan pelatih kita jalani,” tukasnya. (korankito.com/resha)