Buang Bayi, SW Serahkan Diri

 

Palembang – KORKIT

Dihantui rasa bersalah karena membuang bayinya, SW (27) menyerahkan diri ke kantor polisi, Rabu (17/8). Wanita yang tercatat sebagai mahasiswi di sebuah perguruan swasta di Palembang itu, mengakui perbuatannya.

Saat diperiksa di Satreskrim Polsekta SU II, SW warga Desa Tanjung Karang, Kecamatan Babat Toman, Kabupaten Banyuasin itu, mengatakan dirinya tak sengaja menggugurkan kandungan yang sudah berusia lima bulan itu.

Kepada petugas, ia mengaku terjatuh dari tangga sebanyak dua kali. Akibatnya, ia mengalami pendarahan dan dilarikan ke RS Muhammadiyah Palembang, Senin (12/8).

“Sempat membuat surat penolakan, karena kekurangan biaya. Kalau tidak salah, biayanya sekitar Rp 2 jutaan. Tapi saat itu, perut saya sakit nian, dan meminta agar mendapatkan perawatan. Tidak lama langsung melahirkan, tapi anak saya itu meninggal dunia, mungkin karena kekurangan bulan,” ujarnya.

Lalu, dirinya menghubungi Ferry Setiawan agar dapat menguburkan jasad bayinya dengan layak. “Ferry itu cuma kenal-kenal saja, saya suruh dia untuk menguburkannya, dengan upah 700 ribu. Kemudian saya pulang ke kosan dan pergi ke rumah saudara di Pulau Jawa. Tapi, karena dihantui rasa bersalah, makanya saya ke sini,” tambahnya.

SW adalah ibu dari bayi dalam termos yang ditemukan masyarakat di TPU Telaga Swidak, Kelurahan 14 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu (SU) II, Palembang, dua bulan silam.
Bedasarkan data yang dihimpun, diduga kuat, bayi yang dikandung SW merupakan hasil hubungan gelap pelaku dengan pacarnya yang telah beristri berinisial MK. Lantaran tak kuat menanggung malu, pelaku nekat menggugurkan kandungannya.

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek SU II, Ipda Suldani membenarkan jika ibu orok dalam termos tersebut, menyerahkan diri ke Mapolsekta SU II Palembang. “Selama ini kita terus kejar dia, tapi dengan ditemani kuasa hukumnya dia menyerahkan diri ke Polsek SU II. Saat ini, pelaku masih menjalani pemeriksaan oleh anggota kita,” ucapnya. O denny