Asep Hanya Penjual Senjata

IMG_8999

Palembang – Kasus penangkapan terduga terorris bernama Asep Bordir yang ditangkap di OKU Selatan beberapa waktu lalu oleh Tim Densus 88 Antiteror kini masih menjalani pemeriksaan. Berdasarkan penyelidikan sementara, tersangka yang ditangkap Densus 88 Antiteror ini belum bisa dipastikan terlibat jaringan teroris.

Sebab, tersangka baru dikenakan pasal tindak pidana umum karena melakukan jual beli senjata api rakitan. Dan disinyalir menjual senjata kepada kelompok jaringan terorris Pujianto alias Anto alias Raider dan Panji Kokoh Kusumo alias Gaza alias Fahri yang sudah ditangkap dalam kereta api Kahuripan Jurusan Banjar-Kediri beberapa waktu lalu.

Informasi yang dihimpun, tim Densus 88 AT bersama Polres OKUS meringkus seorang terduga teroris bernama Asep di rumahnya yang sekaligus dijadikan toko bordir ‘Kapten’ di Jalan Muara Dua-Liwa, Bumi Agung, OKUS, Sumatera Selatan, Senin (15/8) sekitar pukul 17.45 WIB. Penangkapan dilakukan oleh tim Densus 88 AT pimpinan AKBP Viktor L dan tim SV Densus 88, Kanit SV AKBP Samsul Priasmoro.

Penangkapan tersangka Asep berdasarkan keterangan dari tersangka teroris bernama Pujianto alias Anto alias Raider dan Panji Kokoh Kusumo alias Gaza alias Fahri di dalam kereta api Kahuripan Jurusan Banjar-Kediri pada 2 Maret 2016 lalu. Densus 88 berhasil menyita barang bukti berupa tiga pucuk senjata api jenis revolver beserta amunisinya.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sumsel Kombes Pol DTM Silitonga saat ditemui di Mapolda Sumsel mengungkapkan, tersangka Asep saat ini masih dilakukan pemeriksaan oleh Tim Densus 88 dan penyidik Satreskrim di Mapolres Ogan Komering Ulu Selatan (OKUS). “Dari laporan yang diterima, keterlibatan tersangka dalam jaringan teroris belum terbukti. Dan soal kasus teroris, sementara baru dikenakan tindak pidana umum,” ungkap Silitonga, Kamis (18/8).

Bahkan diungkapkan Silitonga, jika tersangka Asep diketahui berperan sebagai penyedia senpi yang dipesan jaringan teroris. “Bisa dibilang tersangka hanya penyedia barang saja. Sebab, kedua tersangka yan ditangkap bulan Maret lalu pernah datang kerumahnya. Tapi apakah tersangka Mengtahui senjata itu dibuat untuk teror atau tidak, kita masih selidiki kebenarannya,” pungkas Silitonga. (korankito.com/kardo)