Rampas Motor, Putra diciduk Polisi

 

Jpeg

Jpeg

Palembang – Satuan Unit Satreskrim Polresta Palembang, berhasil menciduk pelaku pencurian kendaraan bermotor milik Jumardi Simanjuntak (16) seorang pelajar yang tinggal di kawasan Jalan Sukabangun II, Lorong Cemara, RT 06, RW 02, Kelurahan Sukabangun, Kecamatan Kemuning Palembang, Sabtu (13/8) siang.

Adapun, pelaku yang dinamakan yakni Eka Saputra (19) warga Kebun Bunga, Lorong Keluarga, RT 05, Kelurahan Kebun Bunga, Kecamatan Sukarami Palembang. Kini, untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya tersangka, harus merasakan dinginnya balik jeruji besi Mapolresta Palembang.

Berdasarkan data yang didapat, aksi pencurian pelaku bermula pada Selasa (9/8) kemarin. Dimana, saat itu korban sedang sakit menongkrong dengan temannya di pinggiran waduk. Lalu, datanglah tersangka menemui korban dan meminta dihatarkan ke Warnet Sehati, kawasan Jalan Swadaya, depan warnet Sehati, Kelurahan Talang Aman, Kecamatan Kemuning Palembang.

Kemudian, korban disuruh turun dari atas motor untuk memanggil teman tersangka yang berada didalam warnet tersebut. Namun, saat korban akan masuk ke dalam warnet, Putra membawa lari sepeda motor Revo warna hitam BG 4038 IP milik korban. Selanjutnya, tersangka menjual motor tersebut ke Karneli (35) yang juga berhasil diamankan Polresta Palembang.

Sebelumnya, tersangka Putra juga pernah melakukan pembobolan Depot Kayu Panai, yang terletak di Jalan Talang Jambe, Kecamatan Sukarami Palembang, pada 24 Mei 2016 kemarin. Modus yang digunakan pelaku bersama temanya Dendi (DPO), sebelum masuk pelaku merusak gembok pintu Depot Kayu Panai terlebih dahulu.

Lantas, Putra berama Dendi mengambil barang-barang milik korban berupa satu set alat potong kayu (sankel) merk Moderen, satu set alat penghalus kayu merk Eshen, tiga set alat bor merk modern, dengan total kerugian mencapai Rp 5 juta. Lalu semua barang tersebut dijualkan oleh tersangka kepada penadah bernama Susanto als Antok yang sudah menjalani masa hukuman.

Kasat Reskrim Polresta Palembang, Kompol Maruly Pardede mengatakan pihaknya berhasil mengamankan spesialis perampasan kendaraan bermotor tanpa persetujuan korbannya. Modus yang digunakan pelaku, meminta dihantarkan ke satu tempat, lalu motor korban langsung dirampas dan dilarikanya.

“Pelaku ini merupakan residivis, pernah ditahan di rutan Pakjo selama masa hukuman empat bulan, dengan kasus yang sama. Berdasarkan pengakuan tersangka, dja sudah melancarkan aksinya sebanyak tiga kali, dua Laporan di Polresta Palembang, dan satu di Polsek,” ucapnya saat gelar perkara di halaman Mapolresta Palembang, Minggu (14/8) siang.

Lanjutnya, untuk barang bukti pihaknya mengamankan satu unit sepeda motor Honda Revo warna hitam dengan nopol BG 4028 IP sedangkan nopol palsu BG 6225 IN. Pelaku, akan dikenakan pasal 362 dengan ancaman kurungan diatas 5 tahun penjara.

“Kami menghimbau, kepada masyarakat yang pernah menjadi korban dari tersangka ini, segera melaporkannya ke Polresta Palembang, untuk proses hukum terhadap tersangka,” tambahnya.

Sementara itu, tersangka Putra mengakui perbuatannya. Menurutnya, ia baru satu kali melancarkan aksinya. Ia nekat melakukanya pencurian, karena tidak memiliki uang untuk membeli rokok. “Baru sekali inilah pak mencuri, itupun karena buntu tidak milik uang untuk jajan,” ujar tersangka yang mengaku bujangan ini. (korankito.com/denny)