Terprovokasi, SFC Naik Pitam

P_20160814_180333

Palembang – Sebuah insiden kecil terjadi usai pertandingan antara Sriwijaya FC kontra Arema Malang. Lorong tempat pemain masuk menuju kamar ganti sontak menjadi ricuh ketika rombongan pelatih Arema berjalan di lorong selebar empat meter itu.

Ricuh ribut bermula dari pelatih asing Arema Malang, Milomir Seslija. juru racik tim Singo Edan tersebut dianggap memprovokasi lantaran sering berteriak dengan nada sinis dari bangku pelatih selama pertandingan. Hal ini memicu emosi jajaran manajemen Sriwijaya FC termasuk manajer Nasrun Umar.

Kericuhan tersebut nyaris terjadi ketika babak pertama usai. Namun pelatih Milo tampak menyalami manajer yag didampingi oleh Presiden SFC Dodi Reza Alex tersebut.

Di lorong tersebut baku hantam hampir terjadi jika tidak dilerai oleh pihak keamanan. Ribut-ribut tersebut mengundang reaksi dari pihak Sriwijaya FC, begitupun juga dengan tim Arema. Namun Manajer Sriwijaya FC yang sempat emosi akhirnya berhasil menahan amarahnya dan memeluk rekan-rekannya untuk mundu. “Mundur, tidak ada yang mau pukulin dia. Kenapa dia harus marah-marah? Dia itu yang sering provokasi,” ujar Nasrun dengan suara lantang.

Nasrun yang juga kepala Dishubkominfo Provinsi Sumatera Selatan ini kemudian masuk ke dalam ruang ganti pemain Arema. Suasana tambah panas ketika Manajer tersebut masuk tanpa ada yang mendampingi. “Nanti dikeroyok,” teriak suporter Sriwijaya. namun tidak ada yang tahu apa isi percakapan Nasrun dengan pemain Arema Malang.

Saat dikonfirmasi, tidak ada yang ingin berbicara. Semua pihak keluar dengan wajah tegang. “Yang pasti usai pertandingan semua terkendali,” ujar salah satu anggota kepolisian. Sangat disayangkan pihak Arema terlalu banyak memprovokasi hingga membuat pihak Sriwijaya naik pitam. (korankito.com/resha)