Proyek Fly Over TAA dan LRT, Picu Kemacetan Hebat

IMG_9415

Palembang – Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) III akan mengkaji ulang terkait pembangunan fly over Simpang Tanjung Api-Api (TAA). Pasalnya, dengan adanya pembangunan jalur Light Rail Transit (LRT) di lokasi yang sama diprediksi bakal menimbulkan gelombang kemacetan yang cukup padat.

Kepala BBPJN III, Ir Gunawan MT, mengatakan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) III saat ini sudah merapat ke Pemkot Palembang dalam hal ini Dinas Perhubungan (Dishub) untuk mengatasi kemacetan ini. “Sama seperti di simpang Keramasan, program fly over ini pasca tandatangan kontrak 29 Juli lalu kita langsung mobilisasi alat-alat ke lapangan. Sekarang sudah mulai dalam persiapan,” ujarnya.

Menurutnya, pihaknya akan mengatur ulang konsep tekhnik pembangunan desain fly Over TAA. “Kemungkinan akan ada terjadi pergeseran tiang pancang atau pilarnya, karena pengerjaannya bersamaan dengan pembangunan LRT,” jelasnya.

Ia menargetkan, Agustus ini pengerjaan harus sudah dilaksanakan mengingat pada bulan Maret 2018 harus sudah beroperasional. Jika persoalan lalu lintas ini sudah bisa diatasi, maka pengerjaan akan dikebut tanpa terkendala apapun.

“Yang jelas bulan ini setidaknya harus sudah mulai tiang pemancangan, meskipun 1 atau 2. Karena untuk lokasi dan data yang kita dapatkan sudah cukup layak untuk dimulai pengerjaan. Tinggal mengatasi lalu lintasnya saja,” ungkapnya.

Karena itu pendekatan pro aktif dengan merapat kepada Dishub Kota Palembang guna mengatasi dampak kemacetan yang akan ditimbulkan oleh dua proyek ini. Karena berbeda dengan pembangunan fly over di Kramasan, pembangunan fly over di TAA dinilai sudah krodit karena berurusan dengan manajemen lalu lintas akibat dampak dari LRT dan fly over.

Sementara itu, kepala Dishub Palembang, Sulaiman Amin mengatakan, pihaknya akan berupaya mencari solusi kemacetan dari dua pembangunan besar di simpang TAA. Jika memang harus ada rekayasa lalin, maka akan dicoba mencari jalur alternatif. “Yang jelas petugas kita akan terus memantau kondisi disana pada saat pengerjaannya nanti. Setidaknya mulai sekarang kita harus mempersiapkan solusinya untuk mengurai kemacetan di kawasan tersebut,” ujarnya. (korankito.com/ria)