Pasal Hutang Rp 250, Tiga Sekawan Sekap Bocah SD

Jpeg

Jpeg

Palembang – Lantaran uang sebesar Rp 250 ribu, tiga sekawan yakni Alamsyah (43), Herman (40) yang tercatat sebagai warga Jalan Banten VI, Kelurahan 16 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu (SU) II bersama Iin (25) warga Lorong Palapa, Kelurahan 3/4 Ulu, Kecamatan SU I Palembang nekat melakukan penyekapan terhadap bocah Sekolah Dasar (SD) yakni BG (7).

Namun, atas ulahnya tersebut, membuat ketiganya harus merasakan dinginnya balik jeruji besi Mapolresta Palembang, usai ditangkap oleh Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Unit Pidana Umum (pidum) Polrest Palembang, Rabu (10/8) siang, dirumahnya Alamsyah.

Berdasarkan pengakuan ayah korban, Sadli (25) yang tak lain tetangga dari tersangka Alamsyah, aksi penyekapan tersebut bermula saat, dirinya meminjam uang dari Alamsyah sebesar Rp 250 ribu. Namun, lantaran belum mempunyai uang, ia belum sempat mengembalikan uang yang dipinjamnya itu.

Saat, Sadli pulang dari menghantarkan warga dikubur, ia mendapati laporan dari mertuanya, yang mengatakan kalau anak kandungnya sudah dibawa oleh pelaku. Menurutnya, pelaku datang dengan membawa sebilah pedang dan mengancam akan membunuh Sadli jika tak kunjung mengembalikan uang tersebut.

“Waktu aku pulang dari mengubur tetangga yang meninggal dunia, mertua saya menangis, katanya anak saya sudah dibawa oleh mereka. Mereka juga sempat mengancam akan menebas mertua saya itu,” jelas ayah korban saat ditemui di rumahnya.

Mendapati hal demikian, ia pun langsung melaporkan aksi penyekapan tersebut ke Polresta Palembang. “Dia itu tidak sabaran pak, saya bilang nanti akan dibayar. Tapi malah begini jadinh, saya melaporkan mereka ke polisi, tidak lama polisi datang menangkap ketiga pelaku,” tambahnya.

Sementara itu, tersangka Alamsyah membantah kalau sudah menyekap anak Sadli. Menurutnya, ia membawa BG agar ayah korban menemuinya untuk mengembalikan uang yang dipinjam Sadli.

“Sadli itu, sudah sering melarikan uang saya, terakhir Rp 1 juta. Makanya, saya ambil anaknya, tapi saya titipkan ke rumah Herman. Tidak lama pak, cuman 2 jam, itupun tidak di apa-apakan anaknya. Saya melakukanya, agar dia menemui saya untuk menyelesaikan hutangnya itu,” katanya.

Disisi lain, Kasat Reskrim Polresta Palembang, Kompo Maruly Pardede mengatakan setelah mendapatkan laporan dari warga, anggota yang dilapangan langsung melakukan penangkapan terhadap pelaku.

“Untuk sementara pelaku, dikenakan Undang-undang darurat tahun 1851. Mengenai keterlibatannya dalam kasus penyekapan, masih dalam proses penyidikan,” jawabnya singkat. (korankito.com/denny)