Palembang Belum Siap Terapkan “Full Day School”

IMG_20160810_114105_AO_HDR_1470806260699 (1)

Palembang – Palembang belum siap terapkan full day school jika memang diberlakukan oleh kementerian pendidikan dan kebudayaan (Kemendikbud). Ditemui disela acara gerakan penanaman oleh kementerian lingkungan hidup dan kehutanan, kepala Disdikpora Ahmad Zulinto melalui sekertaris Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) kota Palembang Karim Kasim mengatakan, jika Palembang belum siap menerapkan sistem ‘Full Day School’, baik di jenjang sekolah dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), maupun Sekolah Menengah Atas (SMA).

“Kalau memang diterapkan, Palembang jelas belum siap. Harus diuji cobakan di salah satu sekolah lebih dahulu lalu kita evaluasi,” terang Karim.

Full day ini belum siap diterapkan. Lanjutnya, kita lihat situasi dan kondisi. Full day itu perlu diterapkan dulu dibeberapa sekolah unggulan. Pasalnya, setiap sekolah terutama tingkat SD kebanyakan belum siap untuk menerapkannya, baik dari segi sarana dan prasarana, sumber daya manusia (SDM) dan mental siswanya.

“Kita contohkan dulu yang dari tingkat SMA, kalau SD masih sangat berat untuk merealisasikannya. Apa lagi masih banyak sekolah yang dobble shift (pagi dan sore) jam masuk sekolahnya,” tegas Karim.

Menurutnya, yang efektif untuk belajar itu dari jam 07.30-13.00wib. Daya kemampuan siswa itu terbatas, walau ditambah dengan kegiatan ekstrakurikuler, takutnya siswa akan jenuh dan menurunkan produktivitasnya dalam belajar.

“Selain siswanya bisa jenuh, nantinya guru-guru akan meminta tambahan tunjangan lagi untuk mengajar dalan sisten full day tersebut. Anggaran kita terbatas, jadi untuk saat ini Palembang belum siap,” pungkasnya. (korankito.com/eja)