Bisa Dipercaya

Jumlah Utusan Sumsel Belum Bisa Dipastikan

IMG-20160810-WA0008

Palembang – Komite olahraga Nasional Indonesia (KONI,-red) Sumsel belum bisa pastikan jumlah atlet Sumsel yang akan berjuang ke Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX Jawa Barat (Jabar) 2016, 17-29 September nanti. Sebab validasi data atlet baru akan dikeluarkan Pengurus Besar (PB) PON, 11 Agustus.

“Ya, besok (11/8) kita baru tahu berapa total jumlah atlet kita yang disahkan PB PON,” ujar Taufik Arif sekretaris pelatihan daerah (Pelatda) KONI Sumsel didampingi wakil sekretaris KONI Sumsel Densyah, dan wakil ketua bidang pembinaan prestasi Syamsul Ramel,  usai rapat persiapan keberangkatan kontingen Sumsel menuju PON di Aula KONI Sumsel, Rabu (10/8) siang.

Berita Sejenis

Bridge Sukses Raih Emas

Badrullah Jabat Ketua Umum, Dua Emas Target Untuk Percasi…

Sepakbola PON Berangkat Lebih Awal

1 daripada 2

Sebelumnya ada beberapa masalah validasi atlet. Misal cabang olahraga balap motor. Dimana dari dua atlet yang lolos hanya satu yang disahkan PB PON. Kemudian cabang olahraga terbang layang, nama-nama atlet Sumsel masuk ke Riau. Dan sebaliknya atlet Riau terdaftar sebagai atlet Sumsel.

“Karena itu kami layangkan surat ke PB PON untuk merevisi. Namun, tidak semua cabor bermasalah misal sepak bola 24 atlet yang didaftarkan semua fix,” tambah dia.

Lanjut Taufik, setelah validasi atlet maka kontingen dapat kepastian berapa cabor, jumlah atlet, serta official. “Karena 18 Agustus kita akan lakukan kontrak dengan PB PON. Berapa kita harus menyetor dan berapa banyak kepala (orang) yang ditanggung PB PON, baik konsumsi maupun akomodasi,” tambahnya.

Untuk persiapan kontingen termasuk pendanaan Taufik berharap seminggu kedepan akan rampumg. “Insya Allah kita doakan saja dalam seminggu kedepan kelar, termasuk masalah keberangkatan. Kami yakin para atlet tetap semangat dan termotovasi,” tambah dia.

Ditambahkan Taufik kontingen Sumsel akan dikukuhkan 9 September nanti di plataran depan Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring.

“Momennya tepat bersamaan dengan hari olahraga nasional (Haornas). Jadi nanti juga akan ada penghargaan atlet, pelatih dan pembina olahraga terbaik,” pungkasnya. (korankito.com/resha)