SMAN 1 Ajarkan Siswa Berwirausaha

IMG_20160809_113941_AO_HDR_1470736309010

Palembang – Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Palembang didik siswanya menjadi wirausahawan muda melalui budidayakan jamur tiram putih (Pleurotus Ostreotus), lele dan hasil perkebunan lainnya yang dibudidayakan sejak 1 tahun terakhir.

Kepala SMAN 1 Palembang Nasrul Bani mengatakan, saat ini sekolahnya telah memiliki 2 bilik atau sekitar tiga ribu baglog tempat media tanam budidaya jamur Tiram putih. Hasil panen setiap harinya mencapai15 hingga 20 kg.

“Hasil dari panen tersebut biasanya dijual ke guru dan siswa itu sendiri, dan pada hari minggu akan dijual ke pasar tradisional terdekat sekolah, bahkan kalau ada event kita jual saat pameran dalam bentuk nugget atau jamir crispy,” terang Nasrul.

Diceritakannya, awalnya budidaya jamur ini yang dimiliki sekolahnya hanya 500 baglog dari hasil sumbangan para guru dan kini sudah lebih dari 3000 media tanam jamur ya g tersedia. Lanjutnya, setelah berkembang pesat, apalagi dari hasil panen yang melimpah ruah kini sekolahnya telah memiliki mesin pengering yang digunakan untuk mengolah lebih lanjut jamur yang dihasilkan.

“Jadi, hasil panen yang didapat tidak hanya dijual secara mentah. Namun, kita juga usahakan untuk diolah menjadi produk makanan lain seperti jamur krispi dan nugget,” tegasnya.

Sementara itu, ketua Adiwiyata  Rosmauli menambahkan, ide awal untuk penanaman jamur ini dilakukan oleh guru dan siswa dengan menjalin kerjasama Industri pengelolahan (Produsen jamur) untuk mengikuti pelatihan. melihat prospek yang bagus akhirnya salah satu program adiwiyata ini terus dilanjutkan. bahkan sekolah yang dijadikan sebagai Piloting untuk enterpreur  yang mana nantinya guru  akan membimbing siswanya menjadi wirausahawan.

“1 guru akan membimbing 7 orang siswa, mereka satu tim yang nantinya akan diberikan modal usaha sebesar Rp. 1,1 juta per tim,” kata Ros, begitu sapaannya sehari-hari di SMAN 1 Palembang ketika mengantar awak media mengelilingi lokasi tanam an praktek siswa, Selasa (09/08).

Dari modal itu, dijelaskannya, siswa dapat memanfaatkannya untuk usaha dan ketika mendulang keuntungan hasilnya dapat dinikmati siswa dan guru bersangkutan, sementara modalnya akan terus berjalan. inilah yang menjadi pemicu semangat  siswa untuk berwirausaha.

Kembali kata Ros, saat ini pihaknya sudah mencanangkan 4 kegiatan untuk sekolah wirausaha salah satunya di bidang budidaya dan karya seni.

“Sebenarnya semua guru memiliki wacana, tinggal bagaimana wacana ini di terapkan. setidaknya untuk saat ini sudah ada 4 kegiatan yang di canangkan untuk program wirausaha salah satunya yaitu budidaya dan prakarya. Kita akan meminta  siswa untuk memilih kegiatan mana yang mereka senangi untuk mengeluti program ini,“ pungkasnya. (korankito.com/eja)