Dishub Kembali Buka Jalur RS AK Gani – Ampera

bkbkk

Palembang – Untuk mengurai kemacetan kendaraan yang melewati RS AK Gani akibat ditutupnya kases jalan BKB, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Palembang, Selasa (9/8) akhirnya kembali membuka portal yang selama ini yang selama ini menghalangi pengedara melintasi kawasan yang langsung menghadap Sungai Musi. Upaya yang dilakukan Dishub ini dilakukan untuk mengurangi kemacetan yang semakin parah di kawasan tersebut.

Kepala Dishub Kota Palembang Sulaiman Amin mengatakan, sesuai rapat hasil forum lalu lintas, jalan yang telah ditutup kembali dibuka guna menghindarai kemacetan kendaraan yang terjadi selama satu bulan ini. “Pembukaan jalur ini akan melalui Dermaga Poin menuju kawasan Ampera,” ungkapnya.

nantinya kendaraan pribadi yang melintas dari arah kantor Pos boleh memilih apakah akan melalui jalan di tengah antara Museum SMB dan Monumen Ampera ataukah tetap melewati rute yang dibuka. Sedangkan untuk angkot tetap harus melewati rute yang baru dibuka.

Rencana awalnya Dishub akan melakukan pelebaran jalan di Jalan Merdeka sekitar Kantor Pos, tetapi karena terlihat cukup banyak pohon, niatan ini di urungkan. Karena dinilai akan mengorbankan banyak pohon dan taman di sekitarnya. Selain itu juga akan memakan banyak anggaran, Walikota dan Dishub akhirnya memutuskan untuk mencari alternative lain.

“Walikota memilih alternatif lain,jadi pilihan jalan kembali dibuka saja. Namun jalan ke areal pelataran Benteng Kuto Besak tetap sterill dari kendaraan,” jelasnya.

Sementara itu salah satu sopir angkot jurusan Ampera – Tangga Buntung JUpri menyambut baik pembukaan yang mulai diberlakukan tersebut. “Jadi kami tidak lagi harus memutar rute untuk mencari penumpang,” katanya.

Bersamaan dengan dibukanya kembali jalur dari RS AK Gani melalui Dermaga Point menuju kawasan Ampera, Dishub Palembang juga menertibkan Becak Motor (Bentor) yang kedapatan berada di sekitar parkiran RS. AK Gani. Sebanyak 12 bentor berhasil di tertibkan Dishub dan diangkut dengan kendaraan operasional milik Dishub Kota Palembang.

“Ya, sekalian kita juga tertibkan bentor yang kedapatan sedang melintas dan juga parkir disini,” kata Sulaiman Amin.

Menurut nya bentor tersebut akan dikandangkan di kantor dishub palembang sampai pemilik bentor tersebut bersedia untuk merubah kembali kendaraan mereka seperti semula. “Untuk motor kembalikan lagi ke motor. Sedangkan yang memakai mesin parutan, mesinnya itu kita sita,”jelasnya.

Sulaiman menambahkan untuk pemilik bentor yang akan mengambil bentor mereka harus membuat perjanjian terlebih dahulu untuk merubah kendaraan mereka kembali seperti semula. Jika tidak bentor mereka tidak akan dilepaskan.

“Harus buat surat perjanjian dulu. kaau tidak mau tidak akan dilepaskan bentornya,” tukasnya. (korankito.com/ria)