Bisa Dipercaya

Kakek Dua Cucu Simpan Senjata Serbu AK-47

 

Jpeg

Palembang-Jajaran Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polsekta Rambutan berhasil menciduk Erwani Candra alias Candra (51), warga Desa Sungai Dua, Kecamatan Rambutan, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan. Candra harus berusan dengan pihak berwajib lantaran memiliki senjata api (senpi) laras panjang jenis AK-47 lengkap beserta amuninisinya.

Berita Sejenis
1 daripada 4

Kedatangan petugas Satreskrim Polsekta Rambutan, Minggu (7/8), membuat kakek dua cucu yang semulanya sedang tidur siang itu terbangun. Sesaat kemudian Canddra melompat dan hendak meraih senpi miliknya yang tersimpan di balik pintu rumah.

Melihat hal tersebut, petugas terpaksa mengeluarkan tembakan peringatan ke udara. Beberapa kali, suara letusan senjata api dari petugas terdengar. Upaya petugas ini berhasil mengurungkan niat tersangka Candra yang akan mengambil senpi miliknya itu.

Tersangka Candra pun tiarap sembari mengangkat kedua tanganya ke atas. “Ampun, ampun pak, saya menyerah, jangan tembak saya,” ucapnya ketakutan, diiringi petugas yang menangkap pelaku.

Dalam keadaan masih tertelungkup, Candra mengaku senjata tempur itu didapatnya dari seseorang. “Saya dapat secara cuma-cuma dari Mar. Mar itu sekarang sudah meninggal. Tidak pernah saya gunakan untuk berbuat jahat. Cuma saya bawa malam hari ketika menjaga lahan kebun karet,” akunya.

Tanpa perlawanan berarti, anggota Satreskrim menggelandang tersangka Candra ke dalam rumahnya untuk melakukan penggeledahan. Polisi kembali menemukan sepucuk senpi rakitan jenis kecepek. “Senjata ini, dikasi oleh Aan dengan saya. Kalau dia sudah pindah ke daerah Sekayu,” kilahnya.

Setelah melakukan penggeledahan di dalam rumah yang beratapkan daun kelapa ini, petugas langsung menggelandang Candra ke dalam mobil kijang berwarna hitam untuk dibawa ke Mapolsekta Rambutan.

Sesampainya, di Mapolsekta Rambutan, Candra yang masih mengenakan celana pendek dan baju kaos oblong warna putih tampak masih gemetar menjawab setiap pertanyaannya petugas kepolisian mengenai senjata api yang dimilikinya.

Dengan wajah tertunduk lemas, tersangka mengatakan, jika amunisi tersebut didapatnya dengan cara membeli. “Beli sendiri, 20 butir seharga Rp350 ribu. Tapi tidak tahu dimana orangnya. Sudah tiga tahun memegang senjata itu Pak,” katanya.

Sementara itu, Kapolsek Rambutan AKP Heryanto mengatakan, penangkapan terhadap Candra berawal dari laporan warga sekitar yang masuk ke polsek. Laporan warga menyebutkan Candra kerap kali menenteng senpi tersebut setiap beraktivitas.

“Awalnya, kita menerima laporan warga terkait senjata api yang dimiliki tersangka. Berbekal laporan itulah kita lakukan penyelidikan,” kata Heryanto, yang memimpin langsung penangkapan itu.

Setelah melakukan penyelidikan, polisi kemudian melakukan penggrebakan di kediaman tersangka. Tersangka, dtangkap saat sedang berisitirat di rumahnya.

“Ketika akan ditangkap tersangka ini sempat hendak meraih senjatanya yang ada di simpan di belakang pintu rumah. Namun, anggota kita dengan cepat mengamankannya,” terangnya.

Dari hasil penggrebekan ini, polisi mengamankan senapan serbu AK-47 berserta amunisinya dan sepucuk senpi rakitan dari rumah Candra. “Tersangka bersama barang bukti berupa sepucuk senjata api organik dan dua pucuk kecepek kita amankan ke Mapolsek. Tersangka akan dijerat Undang Undang Darurat nomor 12 tahun 1951 tentang kepemilikan senjata api dengan ancaman 20 tahun penjara,” pungkasnya.deny