PSI Gelar Kopdarwil

IMG_20160806_132321_AO_HDRPalembang – Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menggelar kopi darat wilayah (Kopdarwil) pertama di Palembang, bertema ‘Dengan Semangat Solidaritas Kita Sukseskan Verifikasi Kemenkumham Tahun 2016’, Sabtu (6/8). Kopdarwil dihadiri Wakil Sekertaris Dewan Pengurus Pusat (DPP), Dewan Perwakilan Wilayah (DPW) PSI, Dewan Perwakilan Daerah (DPD) PSI dan pengurus PSI se-Sumsel, di aula pertemuan Honda lantai dasar di Tanjung Api-Api.

Danik Eka R, Wakil Sekjen DPP PSI, mengatakan, secara keseluruhan gerakan rakyat bisa merubah semuanya. Pada 16 November 2014 lalu, muncul ide untuk membentuk PSI dengan awalnya setiap provinsi hanya diambil dua orang sebagai pengurus wilayah.

Diakuinya, untuk sumber dananya menggunakan sistem penghimpunan dana dari massal, sehingga PSI menjadi partai yang bukan dimiliki oleh pemilik saham tunggal. “Ketua wilayah yang bertanggung jawab untuk akomodasi baik dari administrasi dan perkantoran. Jadin makin ke bawah lebih mandiri. Di tingkat DPC kantornya dipinjamkan oleh pengurus DPC tersebut,” katanya.

Dijelaskannya, Kopdarwil ini yang pertama setelah verifikasi administrasi PSI   oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham). “Di sini membahas mengenai visi dan misi PSI serta ada sedikit pelatihan mengenai media sosial (medsos) sebagai sarana untuk mengkampanyekan jati diri PSI.

Di Sumsel sendiri sudah ada 14 DPD kab/kota dengan kepengurusan sudah sampai tingkat kecamatan. Menurut Danik, saat ini PSI masih fokus dengan kepengurusan, dan totalnya ada 24.291 pengurus se-Indonesia.

Ketua PSI Sumsel Alvin menambahkan, memang mendadak pelaksanaan Kopdarwil ini, tapi ini menunjukkan eksistensi untuk mempersiapkan verifikasi faktual dari Kemenkumham dan pengukuhan PSI menjadi partai politik.

“Visi PSI mewujudkan Indonesia yang berkarakter kerakyatan, kemanusiaan, berkeadilan, berkemajuan dan bermartabat. Sedangkan misinya yaitu, menggalang kekuatan nasional melalui kepemimpinan politik. Menggalang perjuangan politik dengan nilai solidaritas nasional. Membangun kembali semangat republikanisme, merajut kembali idealisme bhineka tunggal ika yang bergotong royong. Mendorong martabat Indonesia dalam pergaulan internasional,” pungkas Alvin.korankito.com/ejak