Tuntut Sertifikat Rumah, Nasabah Geruduk BTN

IMG-20160804-WA0010Palembang-Ratusan nasabah kredit Griya Kenten Damai mendatangi BTN yang terletak di Jaln Kol H Burlian, Kamis (4/8). Kedatangan ratusan nasabah ini lantaran para nasabah tak kunjung diberikan sertifikat rumah oleh pihak Bank Tabungan Negara (BTN) saat mengkredit rumah dengan Developer PT Genada Reka Cipta. Padahal semua kredit sudah dilunasi.

Ratusan nasabah juga menuntut pihak BTN segera mengeluarkan sertifikat rumah yang selama ini dinantikan oleh para nasabah. Salah satu nasabah Ajumi (30), saat ditemui di depan bank BTN menuturkan, rumah yang dikreditnya dari tahun 2006 tersebut sudah lunas pada bulan Maret 2016 lalu. Namun, ketika ingin mengambil sertifikat pihak BTN tidak bisa mengeluarkan sertifikat rumahnya dengan alasan yang berbelit-belit.

“Sertifikat ada yang belum balik nama padahal sudah lunas dari beberapa bulan sebelumnya. Ini sudah melanggar perjanjian , terus ukuran rumah berbeda dan ada yang tidak memiliki sertifikat sama sekali,” ungkap Ajumi, Kamis (8/4).

Menurut Ajumi, di perumahan yang dihuninya, ada sekitar dua puluh sampai tiga puluhan rumah sertifikatnya bermasalah. “Ketika sertifikat akan diurus untuk balik nama tapi tidak bisa dikerjakan karena lokasi dengan yang diterbitkan salah, dan itu menimbulkan masalah bagi para nasabah,” jelasnya.

Sselain itu, ia juga menjelaskan permasalahan sertifikat tersebut berlangsung dari tahun 2008 hingga kini pihak Bank BTN hanya memberikan janji – janji saja. Bahkan permasalahan ini sudah dilaporkan ke pihak OJK, Bank Indonesia, YLKI, bahkan ke BTN Pusat.

“Parahnya lagi pihak bank menyuruh nasabah membuat pernyataan ketika akan mengambil sertifikat tapi kami tidak mau, ini merupakan pertemuan terakhir kami dengan pihak bank BTN jika memang tidak selesai maka kami akan tempuh jalur hukum,” ujarnya.

Kepala Cabang Bank BTN M Adrian Syahbandi A ditemui usai pertemuan dengan nasabah mengatakan pihaknya akan menyelesaikan sertifikat yang seharus diselesaikan oleh pihak pengembang tapi entah kemana pihak pengembang tidak diketahui lagi keberadaannya.

“Setelah kami bicara dengan nasabah tadi semuanya kooperatif dari nasabah kami juga dari bank BTN juga kooperatif jadi pertemuannya nyaman sekali,” katanya.

Dikatakannya, target penyelesaian akan secepatnya dilakukan jika semua berkas administrasi sudah  lengkap. “Secepatnya kita selesaikan, untuk sementara kita fokus untuk urusan administrasi dulu,” kilahnya.korankito.com/kardo