Belum Lunasi Uang Pelaminan, Wira Dianiaya Mertua

IMG-20160805-WA0006Palembang-Lantaran belum bisa membayar sisa uang pelaminan, Azutri Wiraseptian alias Wira (26) yang tinggal di Jalan Padang Selasa, Kecamatan Ilir Barat (IB) I, Palembang, harus mendapatkan perlakuan kasar dari mertua, adik iparnya, dan adik dari ibu mertuanya.

Atas kejadian tersebut, Wira yang baru menikah satu minggu ini, mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Palembang, Jumat (5/8) pagi, untuk melaporkan perbuatan ibu mertuanya Mar, adik iparnya Rah, dan adik dari ibu mertuanya Sah.

Di hadapan petugas piket SPKT Polresta Palembang, Wira menuturkan penganiayaan bermula pada Kamis (4/8) sekitar pukul 20.00. Saat Marlis menelepon Wira agar datang ke rumahnya yang di Lorong Sukamaju, Kelurahan Bagus Kuning, Kecamatan Plaju, Palembang.

“Ibu mertuanya saya itu telepon dan menyuruh datang ke rumah dia. Katanya, ada masalah sedikit yang perlu diselesaikan. Saya ajak orangtua saya ke sana,” ujarnya.
Setibanya korban bersama orangtuanya di rumah Marlis, terjadilah musyawarah kecil membahas masalah uang pelaminan yang belum lunas sebesar Rp9 juta. Dikarenakan belum bisa bayar dan terjadi kesalahan pahamanan, membuat Rah marah-marah kepada Wira.

Melihat Rah marah dan menghindari hal yang tidak diinginkan, Wira bersama ayahnya memutuskan untuk pergi meninggalkan rumah tersebut. Namun, saat dirinya masih berada di depan pintu, Marlis langsung menarik korban agar tetap berada di tempat.

“Ibu mertua saya itu tetap saja menarik menyuruh masuk, tapi saya tidak mau lagi dan ingin pergi. Tiba-tiba, mereka bertiga langsung memukul, menendang, dan mencakar saya. Beruntung banyak warga yang melerai, saya pun langsung pulang kerumah,” terangnya.

“Masalah kemarin sebenarnya bisa diselesaikan dengan musyawarah, tapi mereka malah mengeroyok saya. Saya tidak senang, makanya memilih untuk melaporkan mereka bertiga ke Polisi,” tambahnya.

Kasat Reskrim Polresta Palembang, Kompol Maruly Pardede mengatakan pihaknya sudah menerima laporan dari korban. Selanjutnya, korban dimintai untuk segera visum di rumah sakit.

“Kita akan segera melakukan penyelidikan, ketiga terlapor akan segera dipanggil untuk dimintai keterangan. Kalau bersalah, akan kita kenakan pasal 170 KUHP,” jawabnya singkat.korankito.com/deny