Bisa Dipercaya

Todong Pelajar Dengan Pisau, Sopir Angkot Diciduk

Jpeg

Palembang – Lantaran nekat melakukan aksi penodongan di siang bolong, membuat Luwis Sarnando (20) yang tinggal dikawasan Jalan HM Ryacudu, Lorong Sadar, RT 31, RW 05, Kelurahan 8 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu (SU) II Palembang harus merasakan dinginnya balik jeruji besi Mapolsek SU II Palembang.

Pelaku ditangkap, setelah menjalankan aksinya terhadap seorang pelajar bernama Zulian (17) yang tinggal di kawasan Jalan Kapten Abdullah, Lorong Baru, RT 03, RW 01, Kelurahan Plaju Ulu, Kecamatan Plaju Palembang.

Berita Sejenis

Meilia : Utamakan Penunjang Akademik Mahasiswa

Innalillahi, Kepala DPMDP3A Empatlawang Tutup Usia

Aline Adita Umumkan Tanggal Pernikahan

1 daripada 3.099

Peristiwa penodongan tersebut, bermula saat Zulian bersama temannya Satria Agung Pratama pulang sekolah dengan mengendarai sepeda motor, Selasa (2/8) siang. Saat melintasi Jalan Ahmad Yani tepatnya didepan Lorong Pangi, korban dihentikan kedua pelaku dengan menggunakan sepeda motor juga.

Lalu, kedua pelaku berpura-pura meminjam handphone milik Zulian dengan alasan ingin melihat foto-foto yang ada didalam telepon genggam tersebut. Setelah pelaku melihatnya, korban meminta dikembalikan barang miliknya tersebut. Namun, pelaku Angga yang masih DPO menolak untuk mengembalikan telepon milik korban.

Melihat korban terus memaksa meminta kembalikan handphonenya, pelaku Angga mengeluarkan sebilah senjata tajam (Sajam) jenis pisau dari balik jaketnya dan ditoMerasa ketakutan, saksi Satria langsung menaiki motonya dan melarikan diri meninggalkan korban Zulian di Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Kemudian, kedua pelaku mengejar Satria yang melarikan diri. Naas, saat mengejar tersebut, motor yang dikendarai oleh Luwis dan Angga menabrak mobil Avanza yang sedang terparkir, sehingga kedua pelaku terjatuh dan pisau yang dibawah oleh Angga terlempar.

Ternyata, peristiwa tabrakan tersebut mengundang perhatiam masyarakat sekitar yang menimbulkan kecurigaan, setelah melihat pisau Angga teratuh. Namun, pelaku Angga berhasil melarikan diri dari kepungan masyarakat. Beruntung, saat itu petugas UKL Polsek Plaju melintasi lokasi, dan langsung mengamankan pelaku.

Kabag Ops Polresta Palembang, didamping Kanit Reskrim Polsek SU II Ipda Suldani membenarkan adanya penangkapan pelaku pendongan tersebut. Menurutnya, saat itu tim UKL Polsek SU II yang sedang melakukan patroli melihat adanya kerumunan warga, dan langsung mengamankan pelaku.

“Jadi para pelaku sudah berencana melancarkan aksinya, korban dipepet dan dihentikan. Lalu, mengambil HP korban Zulian, melihat itu korban Satria melarikan diri, pelaku mengejarnya namun saat itu keduanya menabrak mobil dan terjatuh,” jelasnya saat gelar perkara di Polsek SU II, Rabu (3/8) sore.

Lanjutnya, dari tangan pelaku pihaknya mengamankan barang bukti berupa sepeda motor Yamaha Vixion warna hitam dengan nopol BG 4018 ZY dan sebilah sajam jenis pisau yang digunakan pelaku untuk menodong tersangka. “Sedangkan handphone milik korban dibawa kabur oleh Angga. Kita akan terus melakukan pengejaran terhadap tersangka Angga. Pelaku akan dikenakan pasal 365 KUHP dengan ancaman 7 tahun penjara,” ujarnya.

Sementara itu, pelaku Luwis mengatakan kalau dia tidak mengetahui kalau temannya Angga mengambil telepon genggam milik korban. Menurutnya, ia hanya menunggu diatas sepeda motor saja.

“Aku tidak tahu nian pak kalau dia mengambil handphone, aku cuman menunggu di motor saja pak. Tiba-tiba dia bilang ayo lari, jadi saya langsung tancap gas. Baru sekali inilah pak saya melakukannya, pisau itu Angga yang bawanya,” ujarnya. (korankito.com/denny)