Preman Tewas Gara-gara Rebutan Lahan

 

Preman Tewas DidorPalembang-Seorang pria yang dikenal sebagai preman oleh warga Jalan Sabar Jaya, Kecamatan Mariana Ilir, Kabupaten Banyuasin, Zainal (40), tewas dengan kondisi mengalami tiga luka tembak di kepala, Selasa (2/8).

Peristiwa berdarah ini berawal saat Zainal terlibat selisih paham dengan kelompok preman lain soal lahan jagaan di sebuah PT kawasan Kecamatan Mariana, sekitar satu bulan yang lalu. Saat itu rumah Zainal sempat dikepung oleh kelompok Ebos yang diketahui centeng preman untuk mengambil lahan jagaannya. Akibat selisih paham tersebut, sedikitnya lima rumah keluarga Zainal hancur, setelah diserbu seratus orang preman dengan menggunakan mobil truck.

Pihak Polsek Mariana yang mendapatkan informasi tersebut sempat menjadi penengah saat bentrokan preman tersebut terjadi hingga akhirnya sempat berdamai.

Selama satu bulan Zainal tak pernah keluar rumah untuk menghindari gesekan dengan geng lain. Sekitar pukul 11.00, Selasa (2/8), akhirnya Zainal bermaksud hendak membawa motornya ke bengkel. Usai dari bengkel, tak jauh dari kediamannya, tiga orang pria menggunakan mobil Avanza warna silver langsung menabrak Zainal dari belakang. Ketika itulah, para pelaku langsung memukuli dan menambakan senjata api hingga Zainal tewas tanpa bisa memberikan perlawanan.

Lina (30), salah seorang keluarga Zainal, saat ditemui di ruang autopsi RS Bhayangkara Palembang, mengatakan, selisih paham yang terjadi dengan geng Ebos telah berlangsung lama. Keduanya pun sempat menyatakan untuk berdamai. Tapi selisih paham kembali terulang dan mengakibatkan korban meninggal. “ Sudah berdamai sejak bulan puasa kemarin. Tapi tidak tahunya mereka masih dendam. Dan terjadi lagilah pertikaian tersebut, ” jelas Lina.

Menurut Lina, saat sedang duduk di depan rumah, dia sempat mendengarkan beberapa kali letusan senjata api. “Sempat dengar suara tembakan bulan puasa kemarin. kata warga yang ditembak itu kakak saya. Dan rumah kami juga dihancurkan oleh kelompok Ebos itu. Masalahnya saya dengar-dengar soal lahan jagaan di PT” ujarnya.

Kapolres Banyuasin, AKBP Prasetyo mengatakan, identitas para pelaku telah didapatkan petugas dan kini dalam pengejaran. “Pertikaian ini diawali karena dendam lama masalah lahan dengan korban. Sekarang pelaku masih dalam pengejaran pihak kepolisian” ucap Prasetyo..

Sementara itu, dokter forensik Rumah Sakit Bhayangkara Palembang, Kompol Mansyuri menambahkan, dari hasil pemeriksaan di tubuh korban ditemukan sejumlah luka dan bagian kepala diduga tertembus oleh peluru.

“Sekarang masih proses autopsi. Korban mengalami beberapa luka di bagian perut hingga kepala,”jelas Mansyuri.kardo