Bisa Dipercaya

Polisi Cokok Pasutri Pengedar Narkoba

Jpeg
Jpeg

Palembang – Pasangan yang mengaku sebagai suami istri yakni Muslim (35) dan Ayu (24) warga Jalan Syakyakirti, lorong Pancasila, RT 13, RW 01, Kelurahan Karang Anyar, Kecamatan Gandus Palembang, ditangkap anggota Kepolisian Polsekta Gandus, Selasa (2/8) sekitar pukul 20:00 WIB.

Kedua pelaku ditangkap, lantaran diduga sebagai pengedar narkoba yang kerap menjalankan bisnis haramnya tersebut dikawasan Gandus. Kini, untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku harus mendekam dibalik jeruji besi Mapolsek Gandus Palembang.

Berdasarkan data yang dihimpun, penangkapan kedua pelaku bberawal dengan adanya laporan masyarakat yang mengatakan kalau keduanya tanpa ikatan resmi alias merupakan pasangan kumpul kebo. Saat digerebek oleh warga, keduanya kedapatan sedang berduaan didalam satu kamar.

“Setelah mendapatkan informasi tersebut, anggota Binmas dan Anggota Satreskrim langsung mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP). Dan, kita langsung melakukan penggeledahan dirumah pelaku,” ujar Kapolsek Gandus, AKP Dedi Rahmat saat gelar perkara, Rabu (3/8) sore.

Lanjutnya, saat dilakukan penggeledahan di kamar tersangka, petugas menemukan tiga paket hemat narkoba jenis shabu-shabu dan alat hisapnya (bong). “Awalnya sabu tersebut satu paket seharga Rp300 ribu. Namun, oleh tersangka membaginya menjadi tiga paket hemat. Kita juga temukan bong di kamar tersangka. Diduga, tersangka ini merupakan pengedar sabu di kawasan tempat tinggalnya, ” terangnya.

Setelah melakukan pengembangan, anggota kepolisian juga menangkap Rahmattullah (20) warga Jalan Kadir TKR, Kelurahan 36 Ilir, Kecamatan Gandus. Merasa curiga dengan gerak-gerik dari tersangka, pelaku langsinng digeledah oleh pihak kepolisia. Dan kembali, menemukan satu paket kecil shabu diarii kantong celana panjang tersangka.

“Mereka ini saling kenal. Selain diedarkan, narkoba ini juga diduga akan digunakan secara bersama-sama. Kami masih melakukan pengembangan. Namun, untuk tersangka yang tertangkap ini akan dijerat dengan Undang-Undang Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika,” tegas Kapolsek.

Sementara itu, tersangka Musli mengaku, jika dirinya dan Ayu merupakan pasangan suami istri yang sudah empat bulan menikah siri. Dan, surat nikahnya belum keluar. “Kami ini menikah siri. Suratnya belum ada. Salahnya, kami tidak melaporkan ke ketua RT, sehingga warga menggrebek kami karena menganggap kami kumpul kebo,” akunya.

Disinggung mengenai sabu yang ditemukan dikamarnya, tersangka mengaku hanya untuk konsumsi pribadi. “Dulu saya memang pengedar narkoba tapi sudah lama berhenti. Sekarang cuma pakai (narkoba) saja,” terangnya.

Sedangkan tersangka Rahmatullah mengatakan, sabu yang dibawanya tersebut baru saja dibeli dari seseorang berinisial L dikawasan Jalan Kadir TKR. “Beli Rp70 ribu. Rencananya saya pakai sendiri di tengah sawah. Nah, ketika lewat ternyata ada polisi dan langaung di tangkap,” tutupnya. (korankito.com/denny)