Poltekpar Tekankan Bahasa Asing

IMG_20160727_142912_AO_HDR

Palembang – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) melangsungkan seleksi penerimaan mahasiswa politeknik pariwisata (Poltekpar) Palembang. Tes yang dilangsungkan lebih menekankan pada kemampuan berbahasa asing terutama bahasa Inggris.

Kepada Koran kito, Plt Ketua Poltekpar Palembang Irene Camelyn Sinaga menyampaikan, sebanyak 198 peserta yang mengikuti tes seleksi wawancara. Diakuinya, dalam seleksi wawancara ini lebih ditekankan pada pemahaman bahasa inggris baik lisan ataupun tulisan.

“Seleksinya sangat ketat, karena apa yang akan didapat dibangku kuliah nantinya sangat berbeda dengan yang ada di sekolah. Maksimal durasi waktu yang diberikan 15 menit untuk satu peserta,” jelas Irene seusai tes seleksi wawancara yang bertempat di graha Politeknik Negeri Sriwijaya (Polsri), Rabu (03/08).

Ada juga tes kesehatan. Lanjutnya, selain tes wawancara pihaknya juga akan melakukan tes kesehatan terhadap para calon mahasiswa. Dijelaskannya, ada dua fakultas dan empat program studi (prodi) yakni jurusan hospitality (devisi kamar, seni kuliner dan tata hidang) dan prodi perjalanan pariwisata.

“Dari semua prodi yang ada paling diminati jurusan prodi perjalanan yang merupakan sarjana terapan (D4). Ada tiga jenis sumber daya manusia (SDM) yang perlu di kembangkan, yakni pelaku pariwisata,  Aparatur, dan kepribadian manusianya,” tegasnya.

Dibukanya poltekpar Palembang, guna meningkatkan dan mengembangkan SDM bidang Pariwisata. Dikatakannya, untuk awal perkuliahan angkatan pertama tahun akademik 2016-2017 akan dilaksanakan pada 2 September 2016, dan untuk tenaga pengajarnya sendiri pihaknya telah menyiapkan SDM yang sesuai dengan bidangnya masing-masing.

“Tenaga pengajar untuk mata kuliah bersifat umum, kita telah bekerjasama dengan universitas sriwijaya (Unsri). Sedangkan untuk mata kuliah yang bersifat apokasi (terapan), kita bekerjasama dengan STP Bandung sebagai kiblat,” kata dia.

Sementara itu, Asisten III Pemrov Sumsel Ahmad Najib sekaligus salah satu penguji Bahasa Inggris menambahkan, terdapat banyak aspek dalam penilaian dilakukan baik aspek secara langsung yakni,  pengetahuan secara tertulis dan  konektif, sedangkan untuk aspek afektif yang dinilai adalah sikap prilaku.

Lanjutnya, Pemrov Sumsel akan mempersiapkan embrio. Di angkatan pertama ini masih banyak yang harus dipersiapkan dan dibenahi  untuk mendapatkan konteks pariwisata, kurikulum pembinaan tenaga pengajar.

“Akan kita maksimalkan SDM Sumsel yang memiliki potensi dalam bidang pariwisata. Mengingat, tingginya potensi Sumsel dalam bidang ini, dengan begitu ketika ada event-event bertaraf internasioanal putra-putri Sumsel bisa menjadi tuan rumah di tempat sendiri,” pungkasnya.(korankito.com/eja)