Bisa Dipercaya

Maling di Polresta Palembang, Ali Masuk Bui

IMG_20160801_170939

Palembang – Nekat mencuri di area Polresta Palembang, Muhammad Ali (19) warga Jalan Gubernur HA Bastari, Lorong Gotong Royong, RT 11, RW 03, Kelurahan 8 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu (SU) I Palembang, harus merasakan dinginnya balik jeruji besi Mapoltesta Palembang.

Pelaku ditangkap, lantaran tertangkap tangan mencuri handpone Iphone 4, milik Muhammad Irvan (23) warga Jalan Musi, Blok M 4, Komplek Pusri Sukamaju, RT 26, RW 11, Kelurahan Sukamaju, Kecamatan Sako Palembang. Tak susah payah, pelaku langsung digelandang ke petugas kepolisian ke ruang Unit Piket Ranmor Polresta Palembang.

Berita Sejenis

Novan Setya Datang, SFC Juga Boyong Dzumafo

Moral Milik Pendidik

Suami Pergoki Istri Tidur Tanpa Busana di Kamar Kos PIL

1 daripada 3.101

Berdasarkan data yang dihimpun, aksi pencurian tersebut bermula, pada Senin (1/8) sekitar pukul 15:00 WIB. Dimana, saat itu korban dan pelaku sama-sama ingin membuat Surat Izin Mengemudi (SIM) di Polresta Palembang. Lalu, handphone milik Irvan terjatuh diatas temaot duduk di ruang tempat pembuatan SIM.

Melihat, adanya telepon genggam yang jatuh, timbulah niat Ali untuk mengambil handpone tersebut. Setelah diambil, tersangka pun langsung menyembunyikanya di dalam jok motornya. Namun, korban yang mengetahui teleponnya hilang langsung melapor ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Palembang.

Mendapati pengaduan dari korban, Satreskrim Polresta Palembang langsung melakukan penyelidikan dengan menggunakan aplikasi Iphone tersbesbut. Hasilnya, sinyal satelit menunjukan jika Hp itu berada didalam sebuah jok motor yang berada dikawasan Polresta Palembang. Setelah ditunggu, pelaku datang hendak pulang kerumah, namun saat itulah petugas langsung mengamankannya.

Kasat Reskrim Polresta Palembang, Kompol Maruly Pardede mengatakan pihaknya sudah mengamankan pelaku. Dan, saat ini masih dalam penyelidikan oleh anggotanya. “Jika pelaku terbukti bersalah, akan kita kenakan pasal 362 KUHP. Saat ini, korban dan pelaku masih dalam pemeriksaan oleh anggota kita,” jawabnya singkat.

Sementara itu, korban Irvan mengaku, kalau saat kejadian dirinya baru saja mengisi formulir permohonan SIM A dan C. Ketika selesai mengisi formulir dan menyerahkan kepada petugas, handhpone yang dia letakkan di kursinya tiba-tiba hilang diambil oleh pelaku.  “Pas tau hp saya ilang, langsung melapor polisi yang ada disana. Setelah dilacak menggunakan Icloude hp saya berbunyi, dan di jok motor dia. Lalu, saya memanggil polisi yang sedang bertugas,” ujarnya.

Sedangkan pengakuan Muhammad Ali, dirinya sempat bingung saat melihat handphone korban tertinggal diatas kursi. “Awalnya bingung mau ambil atau tidak, tapi saya khilaf pak, dan saya ambil hp itu. Tapi, tidak tau cara mematikannya. Dengan kondisi yang masih menyala, saya simpan di jok motor. Tiba-tiba bergetar dan saya ditangkap polisi,” ungkapnya.

Sambungnya, ia pun menyesal dengan perbuatannya yang sudah mengambil handphone milik Irvan. Ali mengaku kedatangannya ke Polseta Palembang dengan tujuan membuat SIM C. “Tadi mau buat SIM, tapi harus ditangkap polisi. Saya menyesal pak, saya ini berjualan bauh di kawssan Kenten,” sesal pemuda yang baru tamat ini. (korankito.com/denny)