Bisa Dipercaya

Diduga Sebarkan Foto Mesum, Manager PTBA Dipolisikan

20160801_172532

Palembang – Pasangan suami istri (pasutri) yakni IM dan SM, warga Komplek Perumahan PT Bukit Asam Town Set Kabupaten Muara Enim, senin sore (1/8) mendatangi ruang Spkt Polda Sumsel untuk melaporkan Manager PSI PTBA Muara Enim Aji Kuswara atas kasus penyebaran foto-foto pornografi sang istri yakni SM kepada sejumlah pejabat tinggi PTBA sejak tahun 2015 silam.

Saat ditemui usai melapor dimapolda Sumsel, SM selaku korban yang kesehariannya sebagai ibu rumah tangga ini mengaku, jika terlapor mengancam akan menyebarkan foto-foto tanpa busana dirinya jika berani melaporkan ke IM. “Awalnya kenalan dari tahun 2015 lalu, karena kami tinggal satu komplek jadi sering ketemu dan ngobrol. Saya dan suami merasa didzalimi,” ungkap SM saat didampingi  IM usai melapor di SPKT Polda Sumsel.

Selain itu, SM juga mengaku jika ia menjalin hubungan dengan terlapor karena terpaksa dan takut akan ancaman terlapor. Bahkan foto-foto terseebut berawal saat ia dipaksa terlapor untuk berubungan intim dengannya. Hingga ia mengalami kerugian Rp 300juta karena terus diperas oleh terlapor. “Uang saya sudah habis mas, terakhir terlapor minta uang Rp 35juta untuk biaya kuliah anaknya di Bandung. Tapi tidak saya kasih karena waktu itu terlapor sudah saya adukan kepada suami saya,” akunya.

Sementara itu, suami korban yakni IM mengaku jika awalnya hubungan istrinya dengan terlapor tercium saat terlapor datang ke acara pernikahan anaknya. Saat itu ia melihat jika terlapor terus mengakrabkan diri dengan istrinya. Lantaran curiga IM pun mendesak sang istri untuk menceritakan kedekatan sang istri dengan terlapor.

“Waktu itu terlapor sempat datang ke pernikahan anak saya. Bahkan waktu itu masih sempat meminta uang amplop pernikahan anak saya sewaktu ia bicara dengan istri saya. Sebenarnya sudah lama kami mendesak terlapor, tetapi karena terlapor terus dilindungi pihak perusahaan jadi ia beserta istri langsung melaporkan kasus tersebut ke Mapolda Sumsel,” ujar IM.

Terpisah, Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol R Djarod Padavoka saat dikonfirmasi perihal pengaduan tersebut membenarkan, jika laporan korban sudah diterima atas laporan Undang-undang IT. selain itu bukti berupa foto-foto dan pesan ancaman dari terlapor juga sudah diterima untuk dilakukan penyelidikan. Sudah kita terima, nanti akan kita panggil, jika terbukti bersalah maka terlapor akan diproses. untuk saat ini kita proses laporan tentang Undang-undang IT terlebih dahulu,” pungkas Djarod. (korankito.com/kardo).