Polresta Palembang Cari Tersangka Lainnya.

Jpeg

Palembang – Menyikapi tertangkapnya mucikari SW alias Angel (18) yang tinggal dikawasan Jalan Rambang, Kelurahan Sekip Bendung, Kecamatan Kemuning, Palembang, Jum’at (29/7) malam. Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Palembang terus melakukan pemeriksaan terhadap pelaku, guna mencari tersangka-tersangka yang baru dalam kasus tersebut.

“Kita terus mendalaminya, apakah ada tersangka lain yang terlibat dalam kasus ini, termasuk beberapa kali pelaku SW ini menjual orang dan tempat-tempat transaski dia. Apakah ada jaringan lainnya,” ucap Kasat Reskrim Polresta Palembang, Kompol Maruly Pardede saat ditemui di ruangannya, Minggu (31/7) siang.

Lanjutnya, berdasarkan pengakuan tersangka, dirinya hanya bekerja sendirian tidak ada jaringan lain. Kendati demikian, pihaknya tidak serta merta mempercayai pengakuan dari tersangak tersebut. “Pelaku masih dalam proses pemeriksaan, katanya dia sendirian tidak ada jaringan. Jadi, dia yang langsung menghubungi korban,” tambahnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, tersangka ditangkap, setelah menghantarkan wanita panggilan kepada lelaki hidung belang yang sudah memesan wanita, di sebuah Hotel di kawasan Jalan R Sukamto, Lorong Masjid, Kelurahan 8 Ilir, Kecamatan Ilir Timur (IT) II Palembang, Jum’at (29/1) sekitar pukul 21:00 WIB.

Penangkap itu bermula dari laporan masyarakat yang mengatakan ada perdagangan manusia. Dari situ, Unit PPA Polresta Palembang langsung melakukan penyelidikan dengan menyamar berpura-pura ingin mengunakan jasa wanita tersebut. Kemudian, petugas memesan wanita melalui sosial media yang digunakan pelaku.

“Lalu, mereka berjanjian untuk bertemu disebuah hotel yang ada di Palembang dan datanglah pelaku dan korban DW. Setelah memberikan uang ke SW mengambil uang Fee, pelaku langsung kita amankan,” ucapnya saat ditemui di ruangannya, Sabtu (30/7) sore.

Masih dikatakan Maruly, Pelaku akan dikenakan undang-undang 21 tahun 2007 tentang perdagangan manusia no 9, 10 dan 11 atau Pasal 264 KUHP, dengan ancaman maksimal enam tahun penjara. “Sedangkan untuk barang bukti, kita mengamankan dua unit handphone merk Samsung dan iPhone Empat, serta uang tunai sebesar Rp 1,5 Juta,” tukasnya.

Sementara itu, berdasarkan pengakuan tersangka, jika dirinya hanya mencarikan wanita penghibur yang dipinta oleh IN untuk menemani tamu yang sudah menghubungi IN terlebih dahulu, dengan tarif Rp 1,5 Juta untuk sekali kencan. “Waktu dia ditelpon, saya baru bangun dari tidur pak, dia mengatakan minta dicarikan wanita penghibur. Dan, saya sempat bilang kenapa tidak saya saja, tapi dia tidak mau. Makanya saya menghubungi DW dan ternyata dia mau,” ujarnya saat ditemui di ruang piket unit Ranmor, Sabtu (30/7) siang.

Setelah itu, dirinya bersama WD pergi ke Hotel yang sudah dijanjikan tersebut. Lalu, setelah WD masuk ke kamar dengan lelaki hidung belang, ia pergi meninggalkan hotel itu. Namun, saat berada di parkiran ia ditangkap Unit PPA Polresta Palembang.

“Saya mendapatkan upah sebesar Rp 200 ribu, sementara IT mendapatkan uang Fee Rp 500 ribu, kata IT langsung dipotong saja dari bayaran lelaki itu. Sedangkan WD hanya mendapatkan Rp 800 ribu. Baru inilah pak saya melakukannya, saya menyesal,” ujarnya sembari menangis. (korankito.com/denny)