Bisa Dipercaya

Kelas X Sudah Tentukan Jurusan

IMG_20160730_101451_AO_HDR

Palembang – Pembagian jurusan ilmu pengetahuan alam (IPA) dan ilmu pengetahuan sosial (IPS) di tingkat sekolah menengah atas (SMA) yang biasanya ditentukan ketika naik ke kelas XI kini tak lagi diberlakukan. Berdasarkan acuan dari kurikulum 2013 (K13), penentuan jurusan sudah harus dilaksanakan sejak kelas X atau pada peserta didik baru.

Untuk mengetahui pembelajaran seperti apa yang dapat mempercepat tumbuh kembang pemikiran peserta didik, dalam K13 sudah ditentukan jika pembagian jurusan harus dilakukan sejak kelas X (sepuluh). Hal ini tentu saja sudah melakukan kajian berulang-ulang untuk mengimbangi kemajuan zaman, sehingga peserta didik tidak harus mengalami kesulitan saat belajar.

Berita Sejenis

Kisah Anak Putus Sekolah Karena Biaya!

Dampak Gadget Bagi Pelajar

SFC ‘Galau’ Ikut Piala Presiden Atau Tidak

1 daripada 3.089

Seperti halnya yang dilakukan oleh SMAN 14 Palembang yang bekerjasama dengan Pumping Learning Center (PLC) untuk melakukan tes kepada siswa baru demi menentukan jurusan mana yang memang sesuai dengan kapasitas kemampuan belajarnya. Hang Tuah kepala SMAN 14 mengatakan, jika ini memang sesuai dengan ketentuan dari K13 dan ini adalah tahun pertama mereka melakukan tes kemampuan siswa melalui serangkaian tes dan psiko tes.

“Kita lakukan tes kepada siswa kelas X dan hasilnya didapati ada 3 kelas untuk IPA dan 4 kelas IPS dari total 280 siswa,” ungkap Tuah kepada Koran kito di ruang kerjanya di SMAN 14, Senin (01/08).

Tes ini kerjasama dengan pihak ketiga. Diakuinya, PLC selaku lembaga yang melakukan tes ini berasal dari kota bandung dan untuk tesnya menggunakan dana bos.  “Anak-anak dirangsang terlebih dahulu pola pikirnya sebelum melakukan tes dan seminggu kemudian hasil tes akan dikirimkan untuk pembagian jurusannya. Persentase untuk pembagian jurusannya itu 70 persen dari tes dan digabungkan dengan nilai rapotnya untuk lebih memastikan jurusannya,” jelasnya.

Selain itu, Tuah menerangkan jika saat ini sekolah yang dipimpinnya masih menggunakan dua kurikulum yaitu kurikulum 2006 dan K13. “Sejauh ini guru-guru sudah siap untuk mengimplementasikan K13. Untuk kelengkapan K13 hampir cukup memadai ada 6 infokus untuk peserta didik baru yang menggunakan K13 dengan jumlah 7 kelas dari total 23 kelas,” pungkasnya. (korankito.com/eja)