Diknas Sumsel Gelar Karnaval Pelajar Sumsel

IMG_20160731_163339_AO_HDR

Palembang – Jelang Asians Games 2018, Dinas Pendidikan (Diknas) provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) adakan Karnaval Budaya Pelajar yang diyakini dapat menjaga kelestarian kebudayaan di Sumsel.

Keanekaragaman budaya yang ada di Sumsel menjadi titik poin penting yang harus dilestarikan oleh generasi muda. Untuk itu, Disdik Sumsel akan menggelar lomba seni dan karnaval budaya pelajar se-Sumsel 2016 pada 1-4 Agustus 2016 nanti. Karnaval Budaya Pelajar ini diyakini dapat menjaga kehidupan budaya di Sumsel.

Tujuannya tentu saja demi menanamkan jiwa pelestarian budaya bagi para pelajar yang ada di Sumsel, yang akan menjadi penerus bangsa. Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatra Selatan, Widodo mengungkapkan, ada hampir 500 pelajar dari 17 kabupaten/kota di Sumsel yang akan meramaikan karnaval budaya pelajar terbesar di Sumsel ini.

Banyak lomba seni yang akan digelar yakni lomba tari kreasi daerah, modifikasi pakaian adat serta diramaikan dengan karnaval budaya pelajar. Diakuinya, Kebudayaan asing saat ini sudah menjamur dan budaya lokal kebanyakan tertinggal, takutnya nanti akan benar-benar punah. Pelajar yong notabene sebagai generasi muda sangat rentan terhadap pengaruh budaya luar.

“Disisi lain pelajar juga sangat tepat dan efektif dijadikan sebagai kreator atau inovator dalam melestarikan dan mengembangkan seni budaya khususnya di Sumat2ra Selatan,” ungkapnya.

Selain itu, tujuannya adalah agar budaya khas Sumsel dapat kembali dipertontonkan kekhalayak umum, maka karya budaya perlu dilestarikan, dikembangkan, dan dikenalkan kepada masyarakat luas. Dengan adanya lomba seni budaya dan karnaval budaya pelajar itu maka diharapkan memberikan wadah berkompetisi dalam meningkatkan kreatifitas dan inovatif siswa dan guru dalam menggali dan mengembangkan seni budaya Sumatra Selatan.

“Kita support sepenuhnya. Kita juga dorong masyarakat dan pemerintah kabupaten/kota untuk mengapresiasi dan menghidupkan seni budaya pelajar,” tegasnya.

Dari Pelajar SMA dan SMK se-Sumsel. Lanjutnya, untuk pesertanya adalah pelajar SMA dan SMK setiap kabupaten/kota yang mengirimkan 16-48 peserta didiknya. Ada dua lokasi acara yang menjadi tempat berlangsungnya acara itu yaitu di Palembang Indah Mall ( PIM) dan aula asrama haji km 10.

“Untuk perlombaan tari kreasi daerah dan modifikasi pakaian adat digelar di Asrama Haji Palembang dan khusus Karnaval Budaya Pelajar digelar di PIM. Adanya gelaran ini sebagai bentuk dukungan kita atas even yang akan berlangsung di Sumatra Selatan yakni Asian Games pada 2018 mendatang. Kita berharap ini akan menjadi even tahunan, sementara untuk tahun ini adalah tahun kedua penyelenggaraannya,” jelasnya.

Sementara itu, Presiden Direktur Salatiga Carnival Center (SCC) Theodurus Gary Natanael menambah, pihaknya menjadi tamu yang ikut mengisi dan memeriahkan Karnaval Budaya Pelajar di Palembang. Untuk itu, SCC bakal mengusung Grand Carnival dan Artware Carnival dengan tema The Unique Sriwijaya Of Mask.

“Akan kami tampilkan 20 kostum yang beraneka ragam, namun yang paling ditonjolkan adalah kekuatan bahari, carribian (bajak laut) dan topeng. dan untuk the best kostum yang akan ditampilkan beratnya mencapai 40 kilogram. inspirasinya berdasarkan keunikan budaya khas Sriwijaya untuk tampilan kostum-kostum yang selaras dengan tema yang ada,” beber Theo.

Kepada koran kito Theo mengaku, dalam penampilannya di karnaval itu, pihaknya akan memperlihatkan aneka kostum menarik dimana pamakainya akan membawa topeng-topeng khas yang mencirikan budaya Sriwijaya.

“Setiap daerah mempunyai keunikannya masing-masing, namun kali ini kami mengusung tema topeng sriwijaya. Pasalnya, seni topeng ini dipandang sama dimata masyarakat umum, tapi jika diperhatikan secara seksama tiap daerah mempunyai keunikan dan ciri khas yang otentik, makanya kami ingin agar masyarakat lebih membuka diri mengenai sebi dan budaya daerahnya,” pungkasnya (korankito.com/eja)