Bisa Dipercaya

Anaknya Disiksa, Ayah Kandung Lapor Polisi

Jpeg
Jpeg

Palembang – Malang menimpa seorang bocah dibawah umur bernama Satria (5). Pasalnya, ia harus menjadi korban penyiksaan yang dilakukan ayah tirinya bernama Salman (40) warga Jalan Pangeran Ratu, Kelurahan 5 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu (SU) I Palembang.

Merasa tidak senang dengan yang dialami anak kandungnya, membuat Suryadi (35) warga Desa Lubuk Tunggal, Kecamatan Rambang Kuang, Kabupaten Ogan Ilir (OI) mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu Polresta Palembang, Sabtu (29/7) malam, untuk melaporkan perbuatan yang dilakukan oleh Salman.

Berita Sejenis
1 daripada 3.076

Diceritakan Suryadi, jika dirinya baru mengetahui kalau anak kandungnya sering dipukul oleh ayah tirinya pada, Kamis (27/7) kemarin. Dimana, saat itu ia sedang berada di kebun, lantas mendapatkan telepon dari nenek korban yang mengatakan kalau anaknya sering disiksa oleh Salman.

“Neneknya itu telpon, kalau Satria sering dipukul oleh Salman, dan dia juga meminta untuk segera menjemputnya agar kejadian yang sudah-sudah tidak terulang lagi. Sudah mendapat telpon itu, saya langsung berangkat ke Palembang untuk mencari rumah Salman,” ujar Suryadi.

Dirinya kembali mendapatkan laporan penyiksaan tersebut, saat bertemu dengan warga sekitar rumah terlapor, yang juga mengatakan untuk segera menyelamatkan Satria dan ibu kandungnya Titin. Tak ingin terjadi hal yang tidak diinginkan, Suryadi menghubungi ketua Rukun Tetangga (RT) setempat agar ditemani menjemput anak kandungnya tersebut.

“Waktu saya sampai dirumah itu, Satria lagi tidur dan saya melihat keningnya ada bekas lebam, langsung saja saya peluk. Kemudian saya pulang ke dusun, dan melapor kejadian itu, tapi karena tempat kejadiannya di Palembang disuruh melapor kesiini,” ungkap Suryadi di ruang SPKT.

Masih dikatakan Suryadi, berdasarkan pengakuan dari nenek korban, penyiksaan tersebut bukan hanya terjadi pada Satria saja. Melainkan adiknya bernama Abisar (3) harus mengalami patah tulang pinggang dan meninggal dunia akibat pukulan dari terlapor Salman.

“Saya dan Titin itu sudah dua tahun berpisah, kedua anak saya ikut dia. Anak saya itu mengaku kalau sudah sering dipukul, kepalanya dibenturkan ke dinding oleh Salman, sampai keningnya itu luka. Saya tidak terima kalau anak saya diperlakukan seperti ini. Saya berharap pelakunya cepat ditangkap,” harapannya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Palembang, Kompol Maruly Pardede mengatakan kalau pihaknya sudah menerima laporan dari ayah kandung korban yang mengatakan anaknya sering dipukuli oleh ayah tiri. Selanjutnya, berkas laporannya, akan diserahkan ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Polresta Palembang.

“Kita sudah menerima laporan dan diserahkan ke PPA, kita akan melakukan penyelidikan lebih dahulu, terlapor akan kita panggil untuk memberikan keterangan, kalau dia bersalah tentu akan kita proses seusuai hukum yang berlaku, dan akan dikenakan undang-undang perlindungan anak,” jawabnya singkat. (korankito.com/denny)