Anak Ditabrak, Rita Lapor Polisi

Jpeg

Jpeg

Palembang – Lantaran tidak senang melihat anak kandungnya, Maretha Azhara (7) ditabrak dengan sengaja menggunakan sepeda motor oleh tetangganya sendiri. Membuat, Rita Agustini (46) yang tinggal di kawasan Jalan Slamet Riyadi, Lorong Mangga I, Kecamatan Ilir Timur (IT) II mendatangi Mapolrsta Palembang, Minggu (31/7)

Kedatangannya, untuk membuat laporan di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Palembang yang ditujukan kepada seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) berinisial HR (37) dengan tuduhan sudah melakukan kekerasan terhadap anak dibawah umur.

Berdasarkan data yang dihimpun, kejadian naas yang menimpa Maretha bermula pada Jum’at (29/7). Dimana, saat itu korban disuruh oleh Rita ke warung untuk berbelanja. Namun, ketika Maretha pulang kerumah sudah menangis dan kaki terluka.

Mendapati hal tersebut, Rita yang menunggu dirumah menanyakan kepada korban perihal menangisnya. Lalu, Maretha menceritakan jika saat hendak pulang kerumah, dirinya bertemu dengan terlapor sedang mengendarai sepeda motor. Tanpa alasan, terlapor menabrakan motor kearah korban, sehingga membuat korban terjatuh.

Atas kejadian tersebut, korban harus mengalami shock berat dan luka lebam di lutut bagian kanan Maretha. Merasa tidak senang dengan perbauatan terlapor, Rita akhirnya membuat laporan di SPKT Polresta Palembang.

“Kami tidak tahu kejadian pastinya, tapi korban pulang kerumah sambil menangis dan kakinya terluka. Saya tidak senang dengan perbuatan dia, makanya saya lapor polisi. Saya tidak tahu masalahnya apa, yang pastinya HR ini irian kalau melihat keluarga kami bahagia,” ujarnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Palembang Kompol Maruly Pardede mengatakan pihaknya sudah menerima laporan dari korban. Selanjutnya, berkas perkara korban akan dilimpahkan ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Palembang guna dilakukan penyelidikan.

“Laporan korban sudah kita terima dan akan segera ditindak lanjuti, terlapor akan segera kita panggil untuk dimintai keterangan. Kalau dia bersalah tentu akan diproses sesuai hukum yang berlaku, dan diancam dengan Undang-undang Perlindungan Anak,” jawabnya singkat. (korankito.com/denny)