Todong Guru Honorer, Jefri Diciduk Polisi 

Jpeg

Jpeg

Palembang – Lantaran nekat menodong Bambang Hariyanto (36) seorang guru honorer di SD Negeri I Ulak Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), membuat pemuda pengangguran, ditangkap Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Polsekta Kertapati, Kamis (28/7) sekitar pukul 20:00 WIB.

Perlakuan Jefri Haryanto (18) ditangkap saat berada dikediamannya di kawasan Jalan Remifa, RT 18, RW 03, Kelurahan Ogan Baru, Kecamatan Kertapati Palembang. Kini, untuk mempertanggung jawabkan perbuatanya, pelaku harus mendekam dibalik jeruji besi Mapolsek Kertapati.

Berdasarkan data yang dihimpun, peristiwa penodongan tersebut terjadi pada, Rabu (27/7) malam. Dimana, korban Bambang baru saja pulang dari menjenguk adiknya yang sakit dan hendak pulang ke OKI. Saat dalam perjalan hujan turun sehinhga korban berhenti untuk berteduh pada sebuah warung yang terletak di pasar Sungki.

Tiba-tiba pelaku yang berjumlah dua orang datang mendekati korban, serta meminta uang untuk membeli minuman keras (miras). Setelah dikasih uang sebesar Rp 5 ribu, pelaku minta diantarkan membeli miras di warung, dengan berdalih kakinya sakit, karena habis kecelakaan.

Saat berada ditempat sepi, tepatnya di kawasan PT Sunan Ruber, pelaku Jefri langsung menodongkan senjata tajam (sajam) jenis pisau, kearah perut Bambang, sembari meminta menyerahkan handpone dan dompet korban yang berisikan uang sebesar Rp 1 Juta. Tidak hanya itu saja, pelaku juga mengambil kunci kontak sepeda motor milik korban.

Lalu pelaku pergi meninggalkan korban, akan tetapi Jefri bertemu dengan anak kecil, serta minta menghantarkan kunci kontak sepeda motor kepada korban yang masih berada dilokasi. Kemudian, Bambang beserta anak kecil tersebut mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisan Terpadu (SPKT) Mapolsekta Kertapati.

Kapolsek Kertapati, AKP Mayestika Hidayat mengatakan setelah mendapatkan laporan dan ciri-ciri pelaku dari Bambang, pihaknya langsung mengejar kawanan pelaku. Hasilnya, tersangka Jefri berhasil ditangkap saat sedang berada di rumahnya.

“Korban mengatakan ciri-ciri pelaku, kakinya ada luka, menggunakan antingan. Setelah kita tunjukan fotonya, korban mengatakan iya, jadi langsung saja kita jemput tersangka di rumahnya. Dan saat ditemukan dengan anak kecil yang diminta pelaku untuk menghantarkam kunci, anak itu juga mengatakan iya,” ujarnya saat gelar perkara, di Mapolsek Kertapati, Jum’at (29/7).

Lanjutnya, modus yang digunakan pelaku, berpura-pura sakit lalu minta dihantarkan ke sebuah tempat, namun saat berada di tempat sepi, pelaku menodongkan pisau ke tubuh korban. Sedangkan, untuk barang bukti, pihaknya mengamankan anting-anting yang digunakan pelaku, dan kartu nama korban.

“Pelaku ini memang residivis, saat dilakukan penggeledahan didalam kantong celana korban kita temukan kartu nama korban. Sedangkan dompet yang diambil pelaku, diduga sudah dibuang. Karena sudah dicari kita tidak dapat menemukannya. Pelaku berjumlah dua orang, dan akan dikenakan pasal 365 KUHP,” tambahnya.

Sementara itu, tersangka Jefri mengelak saat dituduh sudah menodong korban. Menurutnya, ia menemukan dompet Bambang, dan akan dikembalikan. Namun, saat istri korban mengatakan kalau dompet tersebut tidak dibutuhkan, sehingga dirinya buang.

“Dompet itu isinya kartu nama, STNK motor dan surat lainnya. Rencananya akan dikembalikan. Pas kami telpon, ternyata istrinya yang mengangkat telpon itu, dia mengatakan terserah mau dikemanakan dompet itu, lalu kami buang saja dompet itu,” elak tersangka.

Jefri juga mengaku kalau sudah pernah mendekam di balik jeruji besi selama 8 bulan, dengan kasus 363 KUHP. “Pernah dipenjara pak, selama 8 bulan, kasus bobol rumah. Benar pak, bukan kami yang mengambilnya,” ujarnya. (korankito.com/denny)