Satres Narkoba Polresta Palembang, Ciduk Bandar Shabu 

IMG_20160729_150716IMG_20160729_150712

Palembang – Berawal dari laporan masyarakat yang resah dengan adanya peredaran narkoba, membuat Satuan Reserse (Satres) Narkoba Polresta Palembang, berhasil mengamankan seorang lelaki yang diduga merupakan bandar narkoba jenis shabu-shabu, Selasa (26/7) sekitar pukul 14:00 WIB.

Tersangka Ridwan Azhari alias Alex (39) ditangkap, saat sedang berada dikediamannya di kawasan Jalan KH Azhari, Lorong Pedatuan Darat, RT 13, Kelurahan 12 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu (SU) I Palembang.

Berdasarkan data yang dihimpun, penangkapan Alex bermula saat adanya laporan dari masyarakat, yang mengatakan jika di rumah tersangka sering dijadikan tempat jual-beli narkoba. Dari situlah, Satres Narkoba Polresta Palembang langsung melakukan penyelidikan guna mengungkap pelaku.

Ternyata benar pelaku merupakan bandar narkoba. Dan akhirnya, anggota kepolisian Satres Narkoba Polresta Palembang langsung melakukan penggerebekan dirumah tersangka Alex, ketika dilakukan penggeledahan ditemukan sedikitnya 23 paket kecil sabu-sabu dengan berat 10.00 gram.

Kabag Ops Polresta Palembang, Kompol Andi Kumara mengatakan setelah melakukan penyelidikan dengan berpura-pura sebagai pembeli narkoba jenis shabu-shabu tersebut, pihaknya langsung melakukan penggerebekan dan menangkap pelaku yang sedang berada dirumahnya.

“Saat kita geledah rumahnya, kita temukan beberapa paket shabu. Lalu barang haram tersebut kita tunjukan kepada dia, dan akhirnya dia mengaku kalau shabu itu miliknya, dan siap untuk diedarkan,” jelasnya saat dimintai konfirmasi diruangannya, Jum’at (29/7) sore.

Selanjutnya, tersangka Alex berikut barang bukti yang didapatkan dari rumah tersangka langsung diamankan pihaknya ke Mapolresta Palembang, Jalan Gubernur HA Bastari, Kecamatan SU I Palembang, untuk penyelidikan lebih lanjut. Sedangkan, tersangka akan dijerat dengan pasal 114 KUHP.

“Dari tangan pelaku kita amankan 23 paket shabu yang dibungkus plastik kecil bening dengan berat 10 gram, satu buah timbangan digital, dan lima ball kantong plastik bening,” tukas Andi. (korankito.com/denny)