Prestasi Siswa Harus Seimbang

IMG_20160727_101626_AO_HDR

Palembang – Peserta didik yang berprestasi di non-akademik (Olahraga dan Imtaq) diharapkan juga berprestasi dibidang akademik (mata pelajaran di sekolah). Pasalnya, prestasi peserta didik tidak hanya dikembangkan melalui pelajaran intra sekolah, melainkan ekstrakurikuler di sekolahnya.

Kepada Koran Kito, Kepala bidang SMP/SM Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) kota Palembang Lukman Haris mengatakan, peserta didik yang berprestasi non-akademik diharapkan juga berprestasi dibidang akademiknya. Apabila nilainya di bawah nilai kriteria ketuntasan minimal (KKM) maka peserta didik harus memperbaiki nilainya.

“Atlit berprestasi di non-akademik, diharapkan tetap berprestasi diakademik. Jika nilainya dibawah KKM maka harus perbaikinya,” ujarnya di kantor Disdikpora kota Palembang, Jum’at (29/07).

Sembari tersenyum Lukman menyampaikan, bahwa tempo hari pihaknya telah menyampaikan peserta didik yang berprestasi di bidang non-akademik lebih dianjurkan untuk bersekolah di sekolah khusus olahraga. Di Palembang juga sudah lama berdiri Sekolah Olahraga Nasional Sriwijaya (SONS) yang bertempat di Jakabaring, jadi bagi siswa yang berprestasi dibidang olahraga sebaiknya lebih memilih untuk bersekolah disana dibandingkan sekolah pada umumnya.

“Kami sudah lama menganjurkan agar siswa tersebut bersekolah di SONS, karena itu sekolah khusus atlet. Jangan memaksakan sekolah di sekolah regular apalagi sekolah unggulan, tentu saja mereka akan tertinggal pelajarannya dari siswa lainnya,” tuturnya.

Memang masih ada yang bersekolah di sekolah regular. Lanjutnya, tes untuk masuk SONS memang sulit, jadi kebanyakan siswa yang tidak lulus disana terpaksa harus bersekolah di sekolah regular. Jika memang ada kegiatan atau perlombaan, pihak sekolah juga memberikan izin untuk tidak mengikuti pembelajaran di sekolah selama kegiatan tersebut berlangsung.

“Dispensasi tetap diberikan pihak sekolah, karena itu salah satu bentuk dukungan sekolah kepada siswa yang berprestasi di bidang non-akademik. Tentu saja setelah selesai mengikuti kegiatan tersebut mereka harus mengejar ketertinggalan mereka dari temannya yang lain,” pungkasnya. (korankito.com/eja)