Bisa Dipercaya

Jual Emas Palsu, Bapak Tiga Anak Bonyok Dihajar Massa

Jpeg
Jpeg

Palembang – Dengan modus berpura-pura kalau orang tua sedang sakit keras, membuat Maryanto (32) warga Desa Gardu Harapan, Kecamatan Lais, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) Sumatera Selatan. Nekat menjual emas palsu kepada seorang mahasiswa, pada Selasa, 24 Mei kemarin sekitar pukul 13:00 WIB.

Meskipun kejadian sudah berlangsung dua bulan yang lalu, korban Muhammad Septian (23) masih mengenal wajah dan ciri-ciri dari pelaku langsung berteriak maling, saat tersangka Maryanto melintasi Jalan Merdeka, tepatnya depan Monpera, Kecamatan Ilir Barat (IB) I Palembang, Kamis (28/7) pagi.

Berita Sejenis

Pelatih Suguhi Ini Kepada Pemain SFC

Opang ‘Nyambi’ Jadi Kurir Sabu

Dititipkan Mobil Menunggak Cicilan, Abdul Kadir Dibui

1 daripada 3.064

Tak pelak, teriakan korban Septian didengar oleh warga sekitar yang langsung memberikan bogem mentah kepada tersangka. Beruntung, anggota Binmas Polresta Palembang yang sedang melakukan patroli melintasi lokasi, sehingga pelaku pun diamankan dari amukan masa dan diserahkan ke Mapolresta Palembang.

Berdasarkan data yang dihimpun, perbuatan pelaku terjadi pada bulan Mei lalu. Dimana, saat itu Septian hendak pulang kerumah, dan sedang menunggu bus kota di kawasan Monpera. Lalu, datanglah tersangka Maryanto yang bertanya tempat menjualkan emas sembari menangis kalau ibu kandungnya sedang sakit keras.

Korban yang tinggal di Komplek Angkatan Laut, Kecamatan Ilir Timur (IT) II sempat Menanyakan kepada pelaku jumlah emas yang akan dijualnya. Lalu, pelaku menjawab 6 suku dengan berbentuk 2 buah kalu, masing-masing kalung seberat 3 suku. Merasa hibah, Septian menawar sebuah kalung dengan harga Rp 4 juta, dan Maryanto menyetujuinya.

Setelah pembayaran, korban yang merupakan mahasiswa tersebut pergi ke toko mas untuk mengecek kalung emas tersebut. Namun, sial ternyata yang kalung yang dibelinya itu ternyata palsu.

Merasa kesal sudah menjadi korban penipuan, membuat Septian sejak berapa bulan terakhir menongkrongi Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk mencari pelaku. Penantian panjang tersebut, berbuah hasil korban melihat pelaku dilokasi, sehingga Maryanto langsung lari.  “Saya kejar dia, tapi ada warga yang disana berteriak maling. Dengan dibantu warga disana pelaku ditangkap. Tapi tidak lama kemudian, datang juga anggota kepolisian, pelaku pun langsung dibawa ke Polresta Palembang,” jawabnya.

Sementara itu, tersangka Maryanto yang masih menggunakan baju bersimbah darah mengakui segala perbuatannya. Menururnya, ia nekat menjual emas palsu tersebut untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya sehari-hari. “Uangnya sudah habis pak untuk makan sehari-hari. Saya punya anak tiga, biasanya saya bekerja sebagai tani, tapi tidak cukup untuk kebutuhan hidup. Makanya, saya nekat melakukan penipuan itu,” ujarnya sembari meringis kesakitan.

Ia juga menambahkan, kalau kalung emas palsu beserta suratnya tersebut didapatnya dari seorang teman yang yang sering nongkrong di kawasan pasar 16 Ilir. “Emas itu dari teman saya pak, baru satu kali inilah melakukanya,” tambahnya.

Sementara Kasat Reskrim Polresta Palembang, Kompol Maruly Pardede mengatakan, jika pihaknya telah menerima serahkan seorang pria yang diduga telah menjadi pelaku penipuan. Bersama pelaku ini, turut juga diamankan barang bukti berupa satu kalung emas palsu yang digunakan pelaku untuk menipu korbannya. “Tersangka dan barang bukti sudah kita amankan, selanjutnya kita akan memintai keterangan pelaku oleh penyelidik,” jawabnya singkat. (korankito.com/denny)