Bisa Dipercaya

Urus Surat Izin Tertipu Rp200 Juta

 

Jpeg
Jpeg

Palembang-Nasib sial dialami Andi Alimudin (54). Warga Perumahan Kembar Lestari, Blok AE 3, RT 36, Kelurahan Kanali Besar, Kecamatan Kota Baru, Provinsi Jambi, menjadi korban penipuan.

Berita Sejenis
1 daripada 3.104

Saat kejadian Andi hendak mengurus Surat Izin Importir di Kota Palembang, namun kenyataannya ia malah tertipu dan kehilangan uang sebesar Rp200 Juta.

Atas kejadian tersebut, Andi mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Palembang, Rabu (27/7) siang, untuk melaporkan ZK (46), seorang PNS yang tinggal di Komplek Perumahan OPI Jakabaring, Kelurahan 15 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu (SU) I, Palembang.

Kepada petugas piket SPKT, Andi menuturkan, kejadian tersebut bermula pada Senin 6 April 2015 lalu. Saat itu ia hendak mengurus Surat Izin Importir. Lalu, ia dikenalkan oleh Idrus kepada ZK yang dianggap bisa mengurus surat izin tersebut.

Setelah bertemu dan berkenalan, ZK menyanggupi dapat mengurus Surat Izin Importir selama dua minggu, dengan biaya Rp300 Juta. Pembayaran awal Rp200 Juta, sedangkan sisanya dibayarkan setelah surat tersebut selesai.

Namun, setelah waktu yang dijanjikan tiba, ZK belum juga menyelesaikan surat izin tersebut. Terlapor kembali meminta uang sebesar Rp100 Juta dengan tempo waktu pengerjaan sepuluh hari. Andi pun akhirnya mengantarkan uang tersebut ke rumah terlapor yang berada di Perumahan OPI.

Namun, belakangan ZK mengaku sudah tidak sanggup lagi untuk mengurus Izin. ZK pun berjanjian akan mengembalikan uang milik Andi, namun hanya sebesar Rp100 juta saja.

“Saya mencoba untuk menemui dia dan minta dikembalikan uang saya itu sebesar Rp200 Juta. Tapi, sampai saat ini dia tidak bisa ditemui selalu menghindar. Makanya, saya memilih untuk menempuh jalur hukum,” katanya.

Kasat Reskrim Polresta Palembang, Kompol Maruly Pardede mengatakan pihaknya sudah menerima laporan dari korban untuk segera ditindaklanjuti.

“Laporan korban sudah kita terima, kita akan segera memanggil terlapor untuk dimintai keterangan. Kalau terlapor bersalah, akan diproses secara hukum dan dikenakan pasal 378 dan 372 KUHP,” ujarnya.deny