BLH Bimbing Siswa Baru Kenali Lingkungan

IMG_20160727_093210_AO_HDR

Palembang – Guna membekali generasi muda wawasan lingkungan, Badan Lingkungan Hidup (BLH) kota Palembang mengadakan bimbingan teknis masalah lingkungan kepada siswa SMP/MTs se-kota Palembang. Kegiatan ini diklaim BLH sebagai dasar sejolah-sekolah untuk meraih penghargaan adiwiyata.

Bimbingan teknis masalah lingkugan kepada siswa SMP/MTs se-kota Palembang ini diharapkan agar mereka bisa berimplementasi setelah mengetahui bagaimana teknisnya mengelola lingkungan. Contohnya membuat biopori, membuat pupuk kompos (kering/basah), mereka bisa tanggap darurat dari bencana banjir atau kemarau, pengolaan tanah serta program 3R (reuse, reduce, recycle).

Kepada Koran Kito, M. Tabrani selaku kepala BLH kota Palembang mengakui, jika kegiatan bimbingan telah pihaknya lakukan sejak Harnojoyo terpilih menjadi walikota Palembang, atau lebih tepatnya pada tahun 2013. “Sejauh ini sudah berjalan sejak 2013, tiap tahun kita adakan pembinaan terutama untuk siswa yang baru,” ungkap Tabrani usai mbuka acara bimbingan teknis lingkungan hidup di SMPN 18 palembang, Rabu (27/07).

Sebanyak 35 sekolah yang telah menerima penghargaan adiwiyata tingkat provinsi. Lanjutnya, saat ini sudah banyak sekolah yang mengikuti program adiwiyata dari tingkat kota dan provinsi. Dijelaskannya, untuk tahun ini 2016 sudah ada total 35 sekolah baik dari sekolah negeri maupun swasta yang menerima penghargaan adiwiyata tingkat provinsi.

“Ada 20 sekolah yang kita usulkan untuk bersain ditingkat nasional. Yang menilai adalah BLH provinsi dan LSM provinsi. Selain kebersihan, aspek kelembagaan sekolah juga dinilai. Sekolah harus bisa memanfaatkan setiap ruang yang ada,” tegasnya.

Menurutnya, Kegiatan bimbingan teknis ini dilangsungkan di SMPN18 karena mereka lebih siap dan juga ini sudah dkonsultasikan dengan kepala Disdikpora kota Palembang. “Tujuannya agar menciptakan siswa yg berkualitas dan dapat lebih memahami tentang lingkungan,” kata dia.

Sementara itu, Sabaruddin, M.Si kepala SMPN 18 menambahkan, jikabini adalah penghargaan adiwiyata tingkat provinsi pertama sekolah yang ia pimpim. Dan besok, Kamis (28/07) akan diserah terimakan penghargaannya di kota prabumulih.

“Saat ini kita terua berbenah untuk menjadi juara nasional. kita juga sudah melakukan evaluasi materi untuk penilaian. Sebenarnya kita sudah ada 2 bank sampah sejak didrikan sekolah dan untuk kelengkapan lainnya memang baru-baru ini dilengkapi. Tapi kami optimis dapat menembus penghargaan provinsi,” pungkasnya. (korankito.com/eja)