Bisa Dipercaya

Bikin Laporan Palsu Demi Uang Asuransi

 

 

Rudi Buat Laporan Palsu untuk Uang AsuransiPalembang-Tak mampu membayar angsuran kredit motor, Rudi Hartono alias Rudi (29), warga Jalan Tegal Binangun, Lorong Karang Anyar, Kelurahan Plaju Darat, Kecamatan Plaju, Palembang, gelap mata. Ia pun nekat membuat laporan palsu di Mapolsekta Mariana, Kabupaten Banyuasin, dengan mengaku sudah menjadi korban perampokan.

Namun sial, skenario yang sudah dirancang oleh Rudi tak berjalan mulus. Alhasil, ia pun kini meringkuk di balik jeruji besi Mapolsekta Mariana untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Rudi diamankan anggota Unit Satreskrim Polsek Mariana, Selasa (26/7).

Berita Sejenis
1 daripada 3.090

Sebelum membuat laporan palsu, Rudi terlebih dahulu merancang skenario kalau dirinya sudah menjadi korban perampokan yang dilakukan oleh dua pemuda bersenjata tajam, di Dusun Bali, Desa Sungai Rebo, Kabupaten Banyuasin, Rabu (20/7) lalu.

Setelah merasa yakin aman, Rudi akhirnya mendatangi Mapolsek Mariana pada Jumat (22/7), untuk membuat laporan palsu. Dalam laporannya ia mengaku sudah ditodong oleh dua pria tak dikenal.

 

Namun, saat anggota kepolisian melakukan penyelidikan di lokasi kejadian, ditemukan beberapa kejanggalan.  Kapolsek Mariana AKP Nazirudin mengatakan, penangkapan tersangka dilakukan lantaran pihaknya menemukan bukti-bukit adanya kejanggalan dari laporan yang dibuat oleh tersangka.
“Setelah mendapatkan laporan tersangka, kita langsung mendatang Tempat Kejadian Perkara (TKP) yang disebutkan dalam laporan. Kita langsung melakukan penyelidikan di sana,” ucapnya saat gelar perkara.

Ternyata, dari hasil penyelidikan itu terungkap bahwa laporan yang dibuat tersangka ternyata palsu. “TKP yang disebutkan tersangka merupakan pemukiman yang ramai. Dari situ timbul kejanggalan, apalagi menurut keterangan warga setempat tidak ada kejadian perampokan itu,” terangnya.

Mendapati kejanggalan itu, polisi langsung menginterogasi tersangka secara intensif. Setelah dicecar sejumlah pertanyaan, akhirnya Rudi mengaku bahwa   laporan yang dibuatnya itu palsu.

“Sebelum membuat laporan palsu itu, sepeda motor itu dijualnya ke seseorang berinisial L yang tidak jelas keberadaannya seharga Rp2,8 juta. Namun setelah dilakukan penelusuran, sepeda motor itu kita temukan di kediaman salah seorang temannya,” jelasnya.

Saat ini tersangka masih menjalani pemeriksaan yang dilakukan oleh petugas Polsek Mariana. “Tersangka diancam dengan pasal 242 KUHP tentang keterangan palsu dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara,” ujar Kapolsek.
Sementara itu, tersangka Rudi mengaku aksi nekat itu dilakukan lantaran terlilit utang kepada tetangganya. Atas dasar itu, ia nekat membuat keterangan palsu di Mapolsek Mariana dengan harapan akan mendapatkan uang asuransi.
“Kredit motor itu masih 1,5 tahun lagi. Sudah tidak bisa bayar lagi. Makanya saya lakukan itu. Motornya saya jual, uangnya untuk bayar utang dan biaya hidup sehari-hari,” kata Rudi sembari menyesali perbuatannya.deny

 

——–